back to top
Jumat, Februari 27, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahBPBD Tabanan Gelar Sosialisasi Rawan Bencana 2026

BPBD Tabanan Gelar Sosialisasi Rawan Bencana 2026

Tabanan, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan menggelar Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026 pada Rabu–Kamis, 25–26 Februari 2026, di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan desa dan tenaga pendidik sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Tabanan.

Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan ketangguhan desa dan satuan pendidikan melalui edukasi, simulasi, serta penguatan sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas.

Fokus Hari Pertama: Penilaian Ketangguhan Desa

Pada hari pertama, sosialisasi mengangkat tema Penilaian Ketangguhan Desa (PKD). Sebanyak 50 perwakilan desa dan 10 kader posyandu dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Gempa M8,7 Guncang Kamchatka Rusia, Tsunami Berpotensi Capai Indonesia

Materi sosialisasi difokuskan pada penguatan kapasitas desa dalam melakukan identifikasi risiko bencana di tingkat lokal, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta membangun tata kelola kebencanaan berbasis komunitas yang terstruktur dan berkelanjutan.

BPBD Tabanan juga menyerahkan spanduk Peringatan Cuaca Ekstrem kepada perwakilan desa untuk dipasang di wilayah masing-masing.

Langkah ini bertujuan mempercepat penyebaran informasi kebencanaan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana lainnya.

Hari Kedua: Satuan Pendidikan Aman Bencana

Memasuki hari kedua, tema yang diusung adalah Satuan Pendidikan Aman Bencana. Kegiatan ini diikuti 60 tenaga pendidik dari seluruh SMP di Kabupaten Tabanan serta perwakilan Dinas Pendidikan.

Materi yang diberikan meliputi penyusunan rencana kontinjensi sekolah, pelaksanaan simulasi evakuasi darurat, serta integrasi edukasi kebencanaan ke dalam proses belajar mengajar guna meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah.

Baca Juga :  BPBD Denpasar Pasang EWS di 8 Titik Rawan Banjir, Fokus Bendungan dan Pasar Badung

Langkah ini bertujuan memastikan lingkungan sekolah memiliki sistem mitigasi yang jelas dan mampu melindungi siswa maupun tenaga pendidik saat terjadi bencana.

Sejalan Arahan Bupati Tabanan

Kegiatan ini selaras dengan arahan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, yang menekankan pentingnya membangun daerah yang aman, tertib, dan tangguh menghadapi berbagai potensi risiko.

Bupati Sanjaya dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa perlindungan masyarakat harus dimulai dari penguatan desa dan satuan pendidikan sebagai ruang tumbuh generasi penerus.

Komitmen Menuju Tabanan Tangguh Bencana

Melalui kegiatan KIE Rawan Bencana 2026, Pemkab Tabanan berharap desa-desa memiliki sistem kesiapsiagaan terstruktur dan sekolah mampu menjamin keamanan proses belajar mengajar.

Upaya ini menjadi langkah strategis menuju Tabanan yang harmonis, berdaya saing, serta terlindungi dari ancaman bencana. (BEM)

Baca Juga :  Pemkab Tabanan Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Awal November 2025
BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI