Denpasar, Balienews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali memperkuat deteksi dini dan edukasi masyarakat terkait pneumonia pada balita menyusul temuan 155 kasus selama Januari 2026. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko penyebaran penyakit, memastikan penanganan cepat, serta mencapai target temuan kasus yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, di Denpasar, Kamis, menjelaskan pemerintah siap melakukan intervensi melalui komunikasi risiko dan penyelidikan epidemiologi apabila terjadi peningkatan kasus.
Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Bali juga telah dinyatakan siap menangani kasus pneumonia pada balita.
155 Kasus Pneumonia Balita di Awal 2026
Dinkes Bali mencatat 155 kasus pneumonia pada balita sepanjang Januari 2026 yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Jumlah tersebut masih sesuai tren dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun rincian kasus tertinggi tercatat di:
- Tabanan: 55 kasus (estimasi setahun 3.074 kasus)
- Klungkung: 44 kasus (estimasi 172 kasus)
- Denpasar: 34 kasus (estimasi 1.259 kasus)
- Buleleng: 22 kasus (estimasi 744 kasus)
Sementara itu, Jembrana, Badung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem belum melaporkan temuan kasus pada awal tahun ini.
Pemerintah pusat mengestimasi jumlah kasus pneumonia balita di Bali mencapai 9.138 kasus sepanjang 2026, dengan target minimal 50 persen kasus dapat ditemukan melalui sistem surveilans aktif.
“Angka itu memang estimasi. Kami ditarget menemukan kasus pneumonia pada balita sesuai proyeksi tersebut,” ujar Raka Susanti.
Gejala dan Faktor Risiko Pneumonia Balita
Menurut Dinkes Bali, pneumonia pada balita umumnya diawali infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berkembang. Kondisi ini sering berkaitan dengan faktor cuaca dan daya tahan tubuh anak.
Gejala awal meliputi batuk dan pilek, demam, dan sesak napas bila tidak ditangani. Orang tua diminta mewaspadai tanda bahaya seperti napas lebih cepat dari biasanya, tarikan pada cuping hidung saat bayi bernapas, dan dada terlihat tertarik ke dalam.
Jika muncul gejala tersebut, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.
Imbauan Dinkes Bali untuk Orang Tua
Untuk mencegah pneumonia pada balita, Dinkes Bali mengimbau orang tua agar memberikan gizi seimbang, melengkapi imunisasi, memberikan vitamin sesuai anjuran tenaga medis, serta menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan anak.
Dinkes juga mendorong rumah sakit dan fasilitas kesehatan agar segera melaporkan temuan kasus pneumonia guna menghindari ketimpangan data antarwilayah.
Informasi lebih lanjut terkait pencegahan dan penanganan pneumonia dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Kesehatan RI di https://kemkes.go.id.
Pentingnya Deteksi Dini dan Pelaporan Cepat
Penguatan deteksi dini pneumonia balita menjadi langkah strategis untuk mencegah komplikasi dan menekan angka kesakitan anak di Bali. Kolaborasi orang tua, tenaga kesehatan, serta pemerintah daerah dinilai krusial dalam pengendalian penyakit ini.
Masyarakat diimbau tidak menunda pemeriksaan jika anak mengalami gejala gangguan pernapasan. Deteksi dan penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa. (BEM)




