back to top
Senin, Februari 16, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaNusantaraBudayaEnam Desa Adat Ramaikan Bulan Bahasa Bali di Pering

Enam Desa Adat Ramaikan Bulan Bahasa Bali di Pering

Gianyar, Balienews.com – Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali tingkat desa adat se-Desa Pering digelar di Balai Banjar Perangsada, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Minggu (15/2). Kegiatan ini melibatkan enam desa adat dan dihadiri MDA Kecamatan Blahbatuh, Perbekel Desa Pering Taufan Meyanto, para bendesa adat, tokoh masyarakat, serta peserta lintas generasi.

Acara ini bertujuan melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui berbagai lomba edukatif. Kegiatan berlangsung atas sinergi desa adat dan desa dinas, termasuk dalam hal pendanaan dan pembinaan peserta.

Ragam Lomba Libatkan Lintas Generasi

Beragam lomba digelar untuk menyemarakkan Bulan Bahasa Bali, di antaranya:

  • Nyurat Aksara Bali tingkat SD (12 peserta)
  • Mesatua Bali tingkat SD (5 peserta)
  • Ugrawakya Sekaa Teruna (6 daha taruna)
  • Mesatua Bali Paiketan Krama Istri (6 peserta)
  • Megeguritan Krama Banjar (6 pasang peserta)
Baca Juga :  Festival Nyurat Lontar Tandai Pembukaan Bulan Bahasa Bali Ke-6

Seluruh lomba dirancang untuk mendorong partisipasi masyarakat dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ketua Panitia sekaligus Bendesa Perangsada, Mangku Karma Laksmana, menegaskan bahwa kegiatan ini rutin digelar setiap tahun.

“Pelaksanaan ini hasil sinergi desa adat dan dinas, termasuk sharing pendanaan. Tujuan utamanya bukan sekadar mengejar juara, tetapi menjaga bahasa Bali agar tidak punah,” ujarnya.

Tantangan Regenerasi Generasi Muda

Panitia mengakui tantangan terbesar adalah mencari peserta, khususnya dari kalangan muda. Banyak yang awalnya enggan karena menganggap lomba seperti Ugrawakya cukup sulit.

Penyuluh Bahasa Bali Desa Pering, Ni Wayan Miani, SPd, menjelaskan pembinaan intensif di masing-masing banjar menjadi solusi efektif.

“Awalnya banyak yang ditunjuk tidak mau karena mengira susah. Setelah dibina, ternyata muncul potensi,” jelasnya.

Baca Juga :  Nyurat Lontar Massal SMAN 1 Kediri Warnai Bulan Bahasa Bali VIII 2026

Lomba Mesatua Bali tingkat SD menjadi kategori paling menantang dalam hal regenerasi. Sementara lomba Megeguritan relatif lebih mudah karena tiap banjar telah memiliki kelompok pesantian.

Namun, panitia membatasi usia maksimal 55 tahun untuk peserta megeguritan guna mendorong estafet generasi.

“Selama ini yang tampil saat odalan biasanya lansia. Pembatasan umur ini agar ada regenerasi,” tambahnya.

Kolaborasi Desa Adat dan Dinas Jadi Kunci

Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Desa Pering diharapkan menjadi contoh kolaborasi desa adat dan desa dinas dalam menjaga warisan budaya Bali tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Melalui pembinaan berkelanjutan dan partisipasi masyarakat, bahasa Bali diyakini tetap relevan dan membumi di setiap generasi. (BEM)

Baca Juga :  Bulan Bahasa Bali 2026 Digelar, Angkat Aksara hingga Digital Kreatif
BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI