Gianyar, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar resmi menggandeng Pemerintah Kota Osaki, Jepang, dalam kerja sama pengelolaan sampah setelah mendapat persetujuan melalui Sidang Paripurna DPRD Gianyar.
Kolaborasi ini diumumkan di Gianyar, Bali, Kamis (12/2/2026), sebagai langkah strategis menekan timbulan sampah yang mencapai 561 ton per hari. Kerja sama ini difokuskan pada transfer pengetahuan, peningkatan SDM, serta perubahan budaya pengelolaan sampah demi menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak sekadar transfer teknologi atau bantuan mesin.
“Melalui kerja sama ini tidak hanya berbicara tentang transfer teknologi atau bantuan mesin, tetapi yang lebih penting adalah transfer pengetahuan dan perubahan budaya,” ujarnya.
Fokus Transfer Pengetahuan dan Perubahan Budaya
Menurut Wabup Mayun, kolaborasi dengan Kota Osaki bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pengelolaan sampah.
Pendampingan langsung dari pihak Jepang diharapkan mampu memberikan motivasi dan pembelajaran bagi pengelola sampah serta masyarakat Gianyar.
Selain itu, pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi ditargetkan mampu memberikan manfaat ekonomi, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menjaga kelestarian alam dan lingkungan, serta mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Kerja sama ini juga diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan.
DPRD Beri Catatan Teknis dan Kesiapan SDM
Ketua Komisi II DPRD Gianyar, I Nyoman Amerthayasa, menyampaikan bahwa pihaknya telah mencermati secara menyeluruh substansi kerja sama tersebut.
Kajian dilakukan dari aspek kebijakan, manfaat, kesiapan perangkat daerah, hingga aspek hukum dan keuangan daerah.
Meski memberikan persetujuan, DPRD memberikan sejumlah catatan penting, antara lain kejelasan ruang lingkup teknis pelaksanaan kerja sama, kesiapan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, dan dukungan sumber daya manusia yang memadai.
“Semua makhluk hidup yang telah berakhir masa hidupnya diperlakukan dengan baik, demikian pula sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia harus dikelola secara layak agar tidak menimbulkan dampak negatif,” tegasnya.
Timbulan Sampah Gianyar Capai 204 Ribu Ton per Tahun
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah di Kabupaten Gianyar pada 2025 mencapai 561 ton per hari, 204.765 ton per tahun, dan 92 persen berasal dari rumah tangga.
Data tersebut menunjukkan urgensi pembenahan sistem pengelolaan sampah di Gianyar.
Informasi lengkap terkait data nasional pengelolaan sampah dapat diakses melalui laman resmi SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup.
Langkah Strategis Menuju Gianyar Bersih dan Berkelanjutan
Kerja sama Gianyar–Osaki ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis edukasi, teknologi, dan perubahan perilaku.
Dengan dukungan DPRD serta kesiapan perangkat daerah, diharapkan implementasi kerja sama ini mampu menjadikan Gianyar sebagai daerah percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Bali.
Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah sebagai bagian dari gerakan bersama menuju Gianyar yang lebih bersih. (BEM)




