back to top
Minggu, Februari 22, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaNusantaraBudayaKasanga Fest 2026 Denpasar Siap Digelar, 223 Ogoh-Ogoh Masuk Tahap Penilaian

Kasanga Fest 2026 Denpasar Siap Digelar, 223 Ogoh-Ogoh Masuk Tahap Penilaian

Denpasar, Balienews.com – Persiapan Kasanga Festival (Kasanga Fest) Kota Denpasar 2026 memasuki tahap akhir. Sebanyak 223 Sekaa Truna se-Kota Denpasar dipastikan mengikuti lomba ogoh-ogoh yang penilaiannya akan digelar pada 23–26 Februari 2026 di seluruh banjar.

Panitia bersama Pasikian Yowana Kota Denpasar menyatakan kesiapan teknis telah rampung, dan tim juri akan turun langsung ke lapangan untuk menentukan 16 nominasi terbaik yang tampil di puncak acara di kawasan Puputan Badung, Denpasar.

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana, Kamis (19/2), menegaskan seluruh mekanisme telah disiapkan matang.

“Secara teknis sudah sangat siap. Kini tinggal pelaksanaan dan penjaringan nominasi di masing-masing banjar,” ujarnya.

Penilaian Dimulai 23 Februari, Jangkau Empat Kecamatan

Proses penilaian lomba ogoh-ogoh akan dimulai dari Denpasar Timur, disusul Denpasar Selatan, Denpasar Barat, hingga Denpasar Utara.

Rinciannya, Kecamatan Denpasar Timur diikuti 67 peserta, Denpasar Selatan 56 peserta, Denpasar Barat 52 peserta, dan Denpasar Utara 48 peserta. Dari total 223 peserta tersebut, akan diseleksi menjadi 16 nominasi terbaik yang berhak tampil pada puncak Kasanga Fest 2026.

Mekanisme Baru: Fokus Karya di Banjar

Tahun ini, mekanisme penilaian mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya ogoh-ogoh sempat diangkat saat seleksi awal, kini penilaian difokuskan pada karya di banjar masing-masing.

Sementara itu, performa utama akan digelar di kawasan Catur Muka saat Kasanga Festival berlangsung. Sistem ini dinilai memberi ruang lebih adil dalam mengevaluasi konsep dan detail artistik sebelum tampil di panggung utama.

Empat juri dilibatkan, terdiri atas praktisi ogoh-ogoh, budayawan, dan akademisi filsafat. Penilaian dilakukan secara komprehensif dari aspek estetika, budaya, hingga filosofi karya.

Usung Tema “Jala Sidhi Shuvita”, Angkat Isu Lingkungan

Kasanga Fest 2026 mengangkat tema “Jala Sidhi Shuvita”, yang bermakna memuliakan air demi kesejahteraan bersama. Tema ini menjadi refleksi pentingnya menjaga sumber air dan sungai sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Bali.

Angga Harta Yana menyebut, tema tersebut juga menjadi ajakan bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kalau memahami hubungan sebab-akibat terhadap alam, tentu tidak akan lagi membuang sampah ke sungai,” tegasnya.

Penilaian Ide, Filosofi, hingga Performa Pawai

Penilaian lomba ogoh-ogoh mencakup:

  • Aspek ideoplastis: konsep, pesan, dan makna karya
  • Aspek psikoplastis: bentuk, konstruksi, kreativitas, dan keserasian visual
  • Performa pawai: ekspresi, penyajian, dan daya tarik saat tampil

Dari 16 finalis yang lolos nominasi, akan dipilih juara I, II, III, harapan, serta kategori ogoh-ogoh terfavorit.

Puncak acara dipastikan menjadi daya tarik budaya sekaligus ruang kreativitas generasi muda Denpasar dalam menyambut Hari Raya Nyepi 2026. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI