back to top
Minggu, Maret 1, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaNasionalKomdigi Luncurkan DARA, Layanan Bantu Atasi Kecanduan Gim pada Remaja

Komdigi Luncurkan DARA, Layanan Bantu Atasi Kecanduan Gim pada Remaja

Jakarta, Balienews.comKementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meluncurkan layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA) untuk merespons tingginya angka kecanduan gim di kalangan anak dan remaja Indonesia. Peluncuran ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Jakarta, Jumat (27/2), menyusul temuan bahwa 33–39 persen siswa SMA mengalami adiksi gim tingkat sedang hingga berat.

Layanan ini dihadirkan sebagai solusi konsultasi privat dan mudah diakses bagi anak maupun orang tua yang terdampak paparan gim daring berlebihan.

33–39 Persen Siswa SMA Alami Kecanduan Gim

Meutya mengungkapkan, berdasarkan sejumlah penelitian, sekitar 33 hingga 39 persen siswa SMA dalam sampel tertentu masuk kategori kecanduan gim tingkat sedang hingga berat.

Baca Juga :  170 Guru di Tabanan Ikuti Pelatihan Digital Talent Scholarship untuk Tingkatkan Kompetensi Digital

“Jadi sedang sampai beratnya saja lebih dari 30 persen atau tepatnya 33 persen,” ujarnya.

Angka tersebut jauh di atas rata-rata global. Secara internasional, prevalensi kecanduan gim berada pada kisaran 1,96 hingga 3 persen populasi dunia, dengan risiko tertinggi pada remaja laki-laki dan dewasa muda.

Gim Dorong Kreativitas, Tapi Ada Risiko

Komdigi menegaskan tidak akan membatasi atau menutup industri gim nasional. Pemerintah tetap mendukung pertumbuhan industri kreatif digital karena gim dinilai mampu mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda.

Namun demikian, paparan berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif, terutama gangguan perilaku, sosial, hingga akademik akibat adiksi.

Karena itu, pemerintah memilih pendekatan preventif dan solutif melalui layanan pendampingan, bukan pelarangan.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Regulasi AI Nasional dan Etika Digital, Ini Isinya

DARA, Layanan Konsultasi Privat dan Multiplatform

Layanan DARA dirancang sebagai platform konsultasi privat dan teman bercerita bagi anak maupun orang tua yang menghadapi masalah kecanduan gim.

Menurut Meutya, DARA lahir dari kegelisahan masyarakat, terutama orang tua yang merasa kesulitan menghadapi perubahan perilaku anak akibat paparan gim daring.

“Negara harus hadir membantu mereka yang terpapar dampak negatif,” tegasnya.

DARA merupakan karya talenta muda Indonesia dan dapat diakses melalui Website resmi: https://adiksi.igrs.id/ atau WhatsApp layanan konsultasi Indonesia Game Rating System (IGRS) di nomor 0811-806-860.

Platform ini diharapkan menjadi ruang aman bagi remaja untuk mencari bantuan secara mandiri dan bagi orang tua untuk memperoleh pendampingan profesional.

Baca Juga :  Kemkomdigi Akan Awasi Konten Digital di Indonesia Dengan SAMAN

Upaya Membangun Ekosistem Gim yang Sehat

Peluncuran DARA menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Edukasi literasi digital dan pengawasan penggunaan gawai di lingkungan keluarga tetap menjadi kunci pencegahan.

Orang tua diimbau untuk aktif berdialog dengan anak dan memanfaatkan layanan DARA bila menemukan tanda-tanda kecanduan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI