back to top
Sabtu, Februari 14, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaNusantaraBudayaNyurat Lontar Massal SMAN 1 Kediri Warnai Bulan Bahasa Bali VIII 2026

Nyurat Lontar Massal SMAN 1 Kediri Warnai Bulan Bahasa Bali VIII 2026

Tabanan, Balienews.com – Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Kecamatan Kediri berlangsung berbeda. SMAN 1 Kediri menggelar nyurat lontar massal di halaman sekolah, Kamis (12/2), dengan mengusung tema “Eling Kediri”.

Kegiatan ini melibatkan 953 siswa, 100 guru dan pegawai, tujuh komite sekolah, serta unsur pemerintah kecamatan seperti Camat Kediri, perbekel, bendesa adat, dan prajuru.

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Bahasa Bali VIII 2026 sekaligus bentuk nyata pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali.

Berbeda dari pola sebelumnya yang identik dengan lomba perwakilan, seluruh peserta hadir dan ikut menulis lontar secara bersama-sama.

Implementasi Tema “Atma Kerthi – Udiana Purnaning Jiwa”

Kepala SMAN 1 Kediri, I Nyoman Purwanta, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa nyurat lontar massal ini merupakan yang pertama kali digelar di sekolah tersebut.

Baca Juga :  Denpasar Usulkan 2 Warisan Budaya Tak Benda untuk Ditetapkan Secara Nasional

Kegiatan ini merupakan implementasi tema resmi Bulan Bahasa Bali VIII 2026, yakni “Atma Kerthi – Udiana Purnaning Jiwa”, yang bermakna altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai taman spiritual untuk membangun jiwa yang utama, suci, dan sempurna.

Dari tema besar tersebut, sekolah mengangkat frasa “Eling Kediri”.

“Kediri bisa dimaknai ke diri, kembali pada jiwa. Sekolah kami juga berada di Kecamatan Kediri. Maka lahirlah tema ‘Eling Kediri’, ingat pada diri sendiri, pada swadarma, sekaligus memperkenalkan jati diri sekolah,” ujarnya.

Prasasti Eling Kediri Jadi Materi Tulisan

Materi yang ditulis peserta adalah Prasasti Eling Kediri. Isinya mengajarkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab, bagaimana nilai itu ditularkan, hingga menjadi pegangan menuju kesempurnaan dan bakti kepada almamater serta budaya Bali.

Baca Juga :  Peringatan Bulan Bahasa Bali : Disbud Bali Gelar Lomba Stand Up Comedy

Purwanta menegaskan, pola massal sengaja dipilih agar selaras dengan kurikulum pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung.

“Selama ini Bulan Bahasa Bali identik dengan lomba. Pesertanya terbatas, siswa lain hanya menonton. Kami ingin semua merasakan langsung bagaimana nyurat lontar, termasuk guru dan pegawai,” tegasnya.

Libatkan Unsur Kecamatan, Jadi Contoh Pelestarian Budaya

Keterlibatan unsur pemerintah kecamatan bukan sekadar seremoni pembukaan. Camat Kediri turut duduk bersama peserta untuk menulis lontar.

“Massal di sini bukan mengejar jumlah, tetapi memberi pengalaman bersama,” tambahnya.

Menurut Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Kediri yang hadir, kegiatan nyurat lontar massal seperti ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya di wilayah tersebut. Ia menilai langkah sekolah menjadi contoh konkret pelestarian budaya Bali.

Baca Juga :  Pemprov Bali Genjot Minat Anak Muda pada Bulan Bahasa Bali ke-7 dengan Konten Digital

Apresiasi juga datang dari Ketua Komite SMAN 1 Kediri, I Putu Jonit Sucahyono. Ia berharap gerakan serupa dapat berlanjut dan dikembangkan melalui inovasi kegiatan budaya Bali lainnya yang melibatkan lebih banyak pihak.

Gaungkan “Eling Kediri”

Melalui gaung “Eling Kediri”, sekolah ingin mengajak seluruh warga menggali potensi dalam diri, lalu menampilkannya sebagai pesona sesuai bidang masing-masing, tanpa tercerabut dari akar budaya Bali.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian bahasa dan aksara Bali tidak cukup melalui simbol, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata dan pengalaman bersama. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI