back to top
Sabtu, Februari 21, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahPertamina Investigasi Kematian Ratusan Mangrove di Tahura Ngurah Rai

Pertamina Investigasi Kematian Ratusan Mangrove di Tahura Ngurah Rai

Denpasar, Balienews.com – PT Pertamina Patra Niaga tengah melakukan investigasi atas kematian ratusan pohon mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Benoa, Denpasar Selatan. Investigasi dilakukan untuk memastikan penyebab pohon bakau yang mengering secara mendadak di area sekitar Pertamina Patra Niaga, khususnya dekat Terminal BBM Sanggaran.

Manajer Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jatimbalinus, Ahad Rahedi, di Denpasar, Sabtu, menjelaskan pihaknya masih mendalami penyebab kejadian tersebut melalui pengecekan ekosistem dan operasional.

Investigasi dan Hasil Pengecekan Awal

Ahad mengatakan, investigasi mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas operasional dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pekerjaan pipanisasi di sekitar kawasan Benoa.

“Hasil pengecekan visual sementara oleh tim terminal BBM bersama Polairud tidak menemukan adanya lapisan minyak maupun bau menyengat BBM di lokasi terdampak,” ujarnya.

Meski demikian, Pertamina tetap melakukan penelusuran kronologis kegiatan operasional guna memastikan tidak ada faktor teknis yang berkontribusi terhadap matinya mangrove.

Area Terdampak Capai 6.000 Meter Persegi

Berdasarkan estimasi sementara, luas mangrove yang mengering mencapai sekitar 60 are atau setara 6.000 meter persegi. Lokasinya berada di sebelah barat pintu masuk Tol Bali Mandara, wilayah Benoa, Denpasar Selatan.

Kawasan ini merupakan bagian dari ekosistem penting di Tahura Ngurah Rai yang berfungsi sebagai penyangga lingkungan pesisir dan habitat berbagai biota laut.

Komitmen Percepatan Pemulihan

Selain investigasi, Pertamina menyatakan akan mempercepat langkah pemulihan kawasan mangrove yang terdampak.

Upaya ini akan dilakukan bersama perusahaan lain yang beroperasi di kawasan Benoa, sesuai arahan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi Bali.

Koordinasi lintas pihak dilakukan untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai standar konservasi dan menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir Bali.

Viral di Media Sosial

Kasus kematian mangrove ini sebelumnya viral di media sosial setelah video kondisi pohon bakau yang mengering beredar luas.

Anggota Komisi III DPR RI, Nyoman Parta, turut meninjau lokasi dan membagikan temuannya melalui akun media sosial pada Sabtu (21/2/2026), yang mendapat respons ribuan warganet.

Peristiwa ini memicu perhatian publik terhadap perlindungan kawasan mangrove di Bali.

Pentingnya Menjaga Ekosistem Mangrove

Mangrove memiliki peran vital sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, penyerap karbon, serta habitat alami berbagai spesies.

Gangguan terhadap ekosistem ini dapat berdampak luas terhadap keseimbangan lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI