Denpasar, Balienews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, 18–30 Maret 2026, untuk mengevaluasi 195 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Evaluasi ini dilakukan menyusul sejumlah aduan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur pengolahan limbah, agar layanan kembali optimal saat operasional dibuka pada 31 Maret 2026.
Fokus Evaluasi SPPG Selama Libur Panjang
Koordinator BGN Bali, Risca Christina, menjelaskan bahwa masa libur dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada SPPG. Evaluasi mencakup pemenuhan standar teknis hingga kesiapan operasional.
“Libur ini kami fokuskan untuk evaluasi SPPG, memperbaiki kekurangan, agar saat operasional kembali 31 Maret semuanya siap,” ujarnya di Denpasar, Senin (16/3).
BGN Bali menurunkan tim langsung ke lapangan guna memastikan setiap SPPG berjalan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Sorotan pada Pengolahan Limbah
Salah satu fokus utama evaluasi adalah sistem pengelolaan limbah, terutama Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hal ini menyusul laporan masyarakat terkait pengolahan limbah dari program MBG.
Menurut Risca, evaluasi mendalam terhadap IPAL akan dilakukan setelah Hari Raya Nyepi, sekitar 20–21 Maret 2026, saat aktivitas operasional mulai dapat ditinjau secara menyeluruh.
Distribusi MBG Dihentikan, 444 Ribu Penerima Terdampak
Selama periode libur, distribusi MBG dihentikan untuk seluruh penerima manfaat di Bali. Total sebanyak 444.483 penerima, termasuk siswa dan kelompok 3B, tidak menerima layanan MBG sementara waktu.
Kebijakan ini mengacu pada surat edaran dari pusat serta keputusan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga kabupaten/kota yang menetapkan masa libur sekolah pada tanggal tersebut.
Koordinasi dengan Sekolah dan SPPG
Sebanyak 195 SPPG di Bali telah berkoordinasi dengan pihak sekolah masing-masing. Hingga saat ini, tidak ada sekolah yang mengajukan permintaan agar distribusi MBG tetap berjalan selama libur.
“Sejauh ini tidak ada sekolah yang meminta MBG tetap disalurkan selama liburan,” kata Risca.
Anggaran Tetap Disiapkan
Meski distribusi dihentikan sementara, anggaran dari BGN tetap disalurkan kepada SPPG. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional saat layanan kembali berjalan pada akhir Maret.
Manfaat Libur bagi Siswa dan Guru
Selain untuk evaluasi, penghentian sementara program MBG juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih banyak berkumpul dengan keluarga, serta mengurangi beban guru selama masa libur panjang.
BGN Bali menargetkan seluruh SPPG dapat beroperasi lebih optimal dan sesuai standar setelah evaluasi selesai. Masyarakat diharapkan terus memberikan masukan demi peningkatan kualitas program MBG ke depan. (BEM)




