Tabanan, Balienews.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau Bunda Rai, meninjau langsung pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Adat Dukuh Pulu, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (19/5/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan transformasi Posyandu 6 SPM berjalan optimal sebagai pusat pelayanan masyarakat terpadu, sekaligus mendukung target penurunan stunting di Kabupaten Tabanan hingga 5 persen pada 2026.
Kegiatan yang berlangsung dalam rangka Hari Posyandu Tahun 2026 itu melibatkan pelayanan Posyandu 6 SPM serentak di tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Tabanan.
Bunda Rai hadir didampingi jajaran Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, Camat Selemadeg Timur, perangkat desa, hingga kader Posyandu setempat.
Posyandu Bertransformasi Jadi Pusat Layanan Masyarakat
Hari Posyandu Nasional 2026 mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (6SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”. Transformasi ini memperluas fungsi Posyandu yang sebelumnya fokus pada ibu dan anak menjadi pusat layanan enam bidang SPM.
Enam bidang pelayanan tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Melalui konsep baru ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan langsung di tingkat desa dengan layanan yang lebih dekat dan terintegrasi.
Bunda Rai menegaskan bahwa Posyandu 6 SPM menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelayanan masyarakat secara menyeluruh.
“Posyandu dengan 6 SPM ini tujuannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan bagaimana setiap aduan masyarakat bisa kita selesaikan bersama. Tadi ada persoalan pendidikan, perumahan rakyat hingga tantibmas yang sudah mulai ditangani. Artinya program ini sudah berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Bunda Rai.
Inovasi “Serdadu Balok” Tingkatkan Partisipasi Warga
Berdasarkan hasil pemantauan, Posyandu di Desa Mambang dinilai aktif dan inovatif. Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah “Serdadu Balok” atau Serentak Datang ke Posyandu Hijau dengan Bahan Pangan Lokal.
Program tersebut dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat untuk datang ke Posyandu sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
Menurut Bunda Rai, inovasi seperti ini penting untuk memperkuat kualitas pelayanan Posyandu di tingkat desa sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat.
Ia juga mengapresiasi sinergi kader Posyandu dan perangkat desa yang menjadi ujung tombak keberhasilan pelayanan terpadu tersebut.
Fokus Tekan Angka Stunting di Tabanan
Selain memperkuat layanan masyarakat, transformasi Posyandu 6 SPM juga diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tabanan.
Bunda Rai menargetkan prevalensi stunting di Tabanan dapat ditekan hingga mencapai 5 persen pada tahun ini. Target tersebut akan diperkuat melalui sinergi berbagai program Pemerintah Kabupaten Tabanan, seperti program Bupati Ngantor di Desa dan Semara Ratih.
“Saya targetkan stunting di Tabanan bisa mencapai 5 persen tahun ini dan jangan sampai naik lagi. Ini harus menjadi gerakan bersama. Saya sebagai Duta Orang Tua Hebat akan terus memotivasi dan memantau agar penanganan stunting berjalan maksimal,” tegasnya.
Aduan Infrastruktur Mulai Ditindaklanjuti
Transformasi Posyandu 6 SPM di Desa Mambang mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah pengaduan warga terkait perbaikan got, penerangan jalan, hingga infrastruktur lingkungan telah ditindaklanjuti langsung di tingkat desa.
Bunda Rai menilai hal tersebut menjadi bukti bahwa Posyandu kini hadir sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih cepat, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan karena program Posyandu 6 SPM masih tergolong baru di tengah masyarakat.
“Yang terpenting masyarakat tahu bahwa Posyandu sekarang sudah bertransformasi, tidak hanya melayani balita dan ibu hamil saja, tetapi juga pelayanan masyarakat lainnya,” imbuhnya.
Dengan transformasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap Posyandu mampu menjadi ruang pelayanan terpadu yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. (BEM/Pro)




