Mangupura, Balienews.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Badung mulai memetakan titik rawan kemacetan di wilayah Bali Selatan, khususnya kawasan pariwisata menuju Pecatu, sejak Senin (4/5). Langkah ini dilakukan oleh Kepala Dishub Badung, Anak Agung Gde Rahmadi, bersama timnya guna merumuskan rekayasa lalu lintas berbasis data lapangan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang kerap dikeluhkan masyarakat dan wisatawan.
Pemetaan Awal untuk Rekayasa Lalu Lintas
AA Gde Rahmadi menjelaskan, pemetaan dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data penting, seperti volume kendaraan, kapasitas dan lebar jalan, serta waktu terjadinya kemacetan. Proses ini menjadi fondasi dalam menyusun strategi rekayasa lalu lintas yang tepat sasaran.
Ia menegaskan, hasil analisis tersebut nantinya akan dibahas dalam forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sebelum diputuskan menjadi kebijakan.
Fokus Utama di Jalur Toyaning Menuju Pecatu
Dishub Badung saat ini memprioritaskan kawasan Jalan Toyaning yang mengarah ke Pecatu. Titik ini dinilai paling krusial karena tingginya aktivitas keluar-masuk kendaraan yang sering memicu antrean panjang, terutama di jam-jam sibuk.
Kepadatan di jalur tersebut menjadi perhatian serius karena berada di kawasan strategis pariwisata Bali Selatan yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tindak Lanjut Arahan Bupati Badung
Upaya penanganan kemacetan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang mendorong adanya solusi konkret untuk mengatasi persoalan lalu lintas di daerahnya.
Dishub memastikan seluruh kajian dilakukan secara komprehensif agar kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Kajian Komprehensif Jadi Kunci Solusi
AA Gde Rahmadi menegaskan bahwa pendekatan berbasis data menjadi kunci utama dalam menentukan langkah terbaik. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan diharapkan mampu mengurangi kemacetan secara efektif dan berkelanjutan.
Pemetaan ini menjadi langkah awal menuju sistem lalu lintas yang lebih tertata di kawasan wisata Badung Selatan.
Pemerintah Kabupaten Badung mengajak masyarakat dan pengguna jalan untuk mendukung upaya ini dengan tetap tertib berlalu lintas demi kenyamanan bersama. (BEM)




