BerandaBeritaInternasionalLaporan Reuters 2026: Media Sosial Lampaui TV sebagai Sumber Berita Utama

Laporan Reuters 2026: Media Sosial Lampaui TV sebagai Sumber Berita Utama

Balienews.com – Media sosial kini menjadi sumber berita utama masyarakat dunia, melampaui televisi maupun situs dan aplikasi berita. Temuan tersebut terungkap dalam laporan Digital News Report 2026 yang dirilis Reuters Institute berdasarkan survei terhadap lebih dari 85.000 responden di 48 negara, termasuk Indonesia.

Riset yang dilakukan pada pertengahan Januari hingga akhir Februari 2026 itu menunjukkan bahwa 54 persen responden global memperoleh berita dari media sosial dan platform video dalam sepekan terakhir. Angka tersebut lebih tinggi dibanding televisi yang berada di angka 52 persen serta situs dan aplikasi berita sebesar 51 persen.

Peningkatan konsumsi berita melalui media sosial terjadi seiring perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi. Banyak pengguna kini lebih memilih memperoleh berita melalui platform yang mereka gunakan setiap hari dibanding mengunjungi situs berita secara langsung.

Media Sosial Kian Dominan dalam Konsumsi Informasi

Reuters mencatat tren penggunaan media sosial sebagai sumber berita terus menguat dalam lima tahun terakhir. Sekitar 30 persen responden kini mengaku menjadikan media sosial dan platform video sebagai sumber berita utama mereka, meningkat dari 22 persen pada 2021.

Tidak hanya itu, jumlah masyarakat yang hanya mengonsumsi berita melalui media sosial juga meningkat dua kali lipat. Jika pada 2020 angkanya masih 6 persen, pada 2026 telah mencapai 12 persen.

Menurut Reuters, sebagian pengguna memang secara sengaja memilih media sosial sebagai pintu masuk utama memperoleh informasi. Namun, sebagian lainnya beralih karena semakin jarang mengakses televisi maupun situs berita secara langsung.

Indonesia Masuk Negara dengan Konsumsi Berita Medsos Tertinggi

Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat konsumsi berita melalui media sosial tertinggi di dunia. Reuters mencatat penggunaan media sosial dan platform video sebagai sumber berita utama di Indonesia meningkat delapan poin persentase menjadi 48 persen pada 2026.

Profesor Media and Public Affairs sekaligus International Affairs di George Washington University, Janet Steele, menilai media sosial telah menjadi bagian penting dari pola konsumsi berita masyarakat Indonesia.

Menurut Steele, platform seperti WhatsApp, YouTube, Facebook, dan TikTok sangat populer di Indonesia. Sebanyak 64 persen masyarakat Indonesia mengaku memperoleh berita melalui platform-platform tersebut.

Dari berbagai platform yang digunakan, WhatsApp menjadi saluran paling dominan. Reuters mencatat penggunaan WhatsApp sebagai sumber berita di Indonesia melonjak 13 poin persentase menjadi 56 persen dibanding tahun sebelumnya.

TikTok dan Instagram Semakin Berpengaruh

Selain WhatsApp, TikTok terus menunjukkan pertumbuhan sebagai platform distribusi berita.

Sebanyak 43 persen responden Indonesia mengaku menggunakan TikTok untuk memperoleh berita dalam sepekan terakhir. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan penggunaan TikTok untuk berita tertinggi di dunia, sejajar dengan Malaysia dan Peru.

Sebaliknya, penggunaan TikTok sebagai sumber berita di Amerika Serikat dan Inggris masih relatif rendah, masing-masing sekitar 10 persen dan 7 persen.

Reuters juga mencatat Instagram terus mengalami pertumbuhan sebagai platform distribusi informasi. Di sisi lain, penggunaan platform X atau sebelumnya dikenal sebagai Twitter terus menurun. Perubahan kepemilikan sejak diakuisisi Elon Musk disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong sebagian pengguna beralih ke platform lain, termasuk Threads.

Chatbot AI Mulai Jadi Sumber Berita Baru

Laporan Reuters turut mengungkap tren baru dalam konsumsi berita global, yakni meningkatnya penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Perplexity, dan Google Gemini.

Secara global, sekitar 10 persen responden mengaku menggunakan chatbot AI untuk memperoleh berita atau informasi dalam sepekan terakhir. Angka ini meningkat tiga poin persentase dibanding tahun sebelumnya.

Korea Selatan menjadi negara dengan tingkat penggunaan chatbot AI untuk berita tertinggi, yakni 14 persen, disusul Brasil dengan 13 persen.

Indonesia berada di posisi berikutnya dengan 12 persen, sejajar dengan Yunani dan berada di atas Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, maupun Inggris.

Reuters juga menemukan bahwa kelompok usia muda menjadi pengguna AI paling aktif. Sebanyak 16 persen responden berusia di bawah 35 tahun menggunakan chatbot AI untuk mencari berita, sementara pada kelompok usia di atas 35 tahun angkanya hanya 7 persen.

Ancaman Misinformasi dan Halusinasi AI

Di balik meningkatnya konsumsi berita melalui media sosial dan AI, Reuters mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai.

Algoritma media sosial cenderung memprioritaskan konten dengan tingkat interaksi tinggi, bukan selalu informasi yang paling akurat. Kondisi ini berpotensi mempercepat penyebaran misinformasi serta mendorong distribusi konten yang lebih berorientasi pada engagement dibanding standar jurnalistik.

Risiko serupa juga ditemukan pada chatbot AI. Meski semakin banyak digunakan untuk mencari informasi, teknologi ini masih berpotensi menghasilkan jawaban yang keliru atau fenomena yang dikenal sebagai “halusinasi AI” apabila informasi tidak diverifikasi dengan sumber terpercaya.

Karena itu, Reuters mengingatkan masyarakat untuk tetap melakukan verifikasi silang terhadap informasi yang diperoleh dari media sosial maupun chatbot AI sebelum menjadikannya sebagai rujukan utama.

Laporan lengkap Reuters Institute Digital News Report 2026 dapat diakses secara gratis melalui situs resmi Reuters Institute.

Meningkatnya penggunaan media sosial dan AI dalam konsumsi berita menunjukkan perubahan besar dalam ekosistem informasi global. Namun, literasi digital dan kemampuan memverifikasi informasi tetap menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam arus misinformasi di era digital. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI