Jakarta, Balienews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan menggelar PWI Fest 2026 pada 4–5 Desember 2026 di Jakarta sebagai upaya memperkuat kapasitas pekerja media dalam menghadapi disrupsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kegiatan ini menghadirkan pelatihan, lokakarya, festival UMKM, hingga hiburan rakyat sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem pers nasional menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2027.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengatakan PWI Fest 2026 dirancang sebagai respons terhadap perubahan besar yang tengah terjadi di industri media akibat perkembangan AI dan platform digital. Menurutnya, insan pers harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.
PWI Dorong Wartawan Siap Menghadapi Transformasi AI
Akhmad Munir menegaskan perkembangan teknologi telah mengubah lanskap industri media secara fundamental. Karena itu, PWI mengambil langkah konkret untuk memastikan pekerja pers memiliki keterampilan teknis sekaligus pemahaman etika yang kuat.
“Melalui PWI Fest 2026, PWI mengambil langkah konkret untuk memastikan pekerja pers kita memiliki kapasitas, keterampilan teknis, dan pemahaman etis yang kuat agar mampu memimpin di era transformasi AI,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (29/7).
Ia menambahkan, pers Indonesia tidak boleh tertinggal ataupun hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut Munir, transformasi teknologi harus tetap berpijak pada fungsi utama pers sebagai penyedia informasi yang berkualitas dan dekat dengan masyarakat.
Tak Hanya Pelatihan, PWI Fest Hadirkan Festival UMKM
PWI Fest 2026 tidak hanya difokuskan pada pengembangan kompetensi jurnalistik. Acara ini juga dirancang menjadi ruang interaksi antara insan pers dan masyarakat melalui penyelenggaraan festival UMKM serta pesta rakyat.
Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara media dengan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Selain itu, PWI Fest menjadi wadah konsolidasi nasional yang melibatkan pemerintah, BUMN, dunia usaha, komunitas pers, serta platform digital global untuk membangun industri media yang independen, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Hadirkan Lokakarya Bersama TikTok, Meta, dan Google
Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan menghadirkan berbagai lokakarya bersama narasumber dari platform digital global seperti TikTok, Meta, dan Google.
Workshop tersebut membahas berbagai materi penting, mulai dari mobile journalism, verifikasi data menggunakan Open Source Intelligence (OSINT), hingga keamanan digital.
Sebanyak 250 hingga 500 wartawan, editor, dan kreator konten ditargetkan mengikuti pelatihan tersebut guna meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan era digital dan AI.
“PWI Fest 2026 selain sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan pekerja pers menyikapi perkembangan digital dan AI, tetapi juga sebagai arena untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat,” kata Auri Jaya.
Dimeriahkan E-Sports dan Hiburan Rakyat
Selain pelatihan jurnalistik, PWI Fest 2026 juga akan menghadirkan festival UMKM, kompetisi e-sports, serta panggung hiburan rakyat melalui kolaborasi bersama pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan berbagai platform digital.
PWI menargetkan ajang ini menjadi agenda tahunan yang akan diselenggarakan secara bergilir di berbagai kota di Indonesia.
Penyelenggaraan PWI Fest 2026 juga menjadi awal rangkaian kegiatan menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Lampung.
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi digital, PWI berharap PWI Fest 2026 dapat menjadi momentum bagi insan pers untuk meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga kualitas dan integritas jurnalisme Indonesia. (BEM)




