Denpasar, Balienews.com – Dua kapal tanker Pertamina Patra Niaga tiba di Bali dengan membawa total 34,2 juta liter BBM, terdiri atas 24,2 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax. Tambahan pasokan ini disiapkan untuk mempercepat distribusi BBM sekaligus mengurai antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, mengatakan pasokan tersebut akan segera didistribusikan setelah masuk ke terminal BBM.
“Setelah pasokan masuk ke terminal, kami optimalkan operasional dan distribusi selama 24 jam untuk mempercepat pengisian kembali stok di SPBU,” kata Ahad di Denpasar, Jumat (28/8).
Dua Kapal Bawa Puluhan Juta Liter BBM
Kapal tanker MT Green Plus tiba di Terminal Integrasi (IT) Manggis, Kabupaten Karangasem, sekitar pukul 16.00 WITA. Kapal tersebut membawa 22 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax.
Sementara itu, kapal tanker MT Lineo tiba di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, sekitar pukul 14.00 WITA dengan membawa 2,2 juta liter Pertalite.
Dengan tambahan pasokan tersebut, Pertamina meningkatkan kapasitas distribusi BBM ke sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan antrean di SPBU.
Penyaluran Pertalite Dinaikkan
Sebelumnya, pada Kamis (27/8), Pertamina Patra Niaga telah meningkatkan penyaluran Pertalite menjadi 2.300 kiloliter.
Jumlah tersebut meningkat 700 kiloliter dibandingkan penyaluran sehari sebelumnya yang mencapai 1.600 kiloliter melalui IT Manggis dan Terminal BBM Sanggaran.
Pertamina kemudian mengatur alokasi pasokan dengan memprioritaskan wilayah yang membutuhkan tambahan BBM, termasuk Kota Denpasar.
Terminal Sanggaran Beroperasi 24 Jam
Untuk memperkuat pasokan Pertalite di Denpasar, Pertamina menyiapkan operasional Terminal BBM Sanggaran selama 24 jam.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU. Pemantauan stok dan penyaluran juga dilakukan secara intensif.
Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU turut diperkuat agar proses distribusi berjalan lebih cepat dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Antrean BBM Terjadi di Sejumlah Wilayah
Sebelumnya, antrean kendaraan meningkat di sejumlah SPBU, terutama di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Badung.
Menurut Ahad, kondisi tersebut bersifat sementara dan dipengaruhi oleh penyesuaian stok di beberapa titik suplai.
Pertamina merespons kondisi tersebut dengan mempercepat kedatangan pasokan, meningkatkan volume penyaluran, serta mengatur prioritas distribusi berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan stok masing-masing wilayah.
Pertamina Imbau Masyarakat Beli BBM Sesuai Kebutuhan
Ahad mengatakan optimalisasi distribusi BBM akan terus dilakukan hingga ketersediaan di SPBU kembali normal dan antrean kendaraan dapat segera terurai.
Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat antrean BBM.
Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pasokan dapat terdistribusi secara merata.
Dengan tambahan pasokan 34,2 juta liter BBM dan operasional terminal selama 24 jam, distribusi diharapkan semakin cepat sehingga kondisi antrean SPBU di Bali dapat segera kembali normal. (BEM)




