BerandaBeritaNasionalNgaben Massal di Balinuraga Diikuti Ribuan Warga

Ngaben Massal di Balinuraga Diikuti Ribuan Warga

Lampung Selatan, Balienews.com – Ribuan masyarakat mengikuti prosesi ngaben massal di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, Jumat (7/8). Prosesi adat tersebut menjadi momentum pelestarian tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat, dengan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama turut hadir dan mendapat penghormatan adat dengan diarak menggunakan bade setinggi sekitar 24 meter.

Ngaben Massal Jadi Momentum Pelestarian Budaya

Pelaksanaan ngaben massal di Balinuraga menjadi salah satu wujud kuatnya tradisi dan budaya masyarakat setempat yang masih dipertahankan hingga kini.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan adat, tetapi juga menunjukkan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kehadiran ribuan masyarakat membuat prosesi ngaben massal berlangsung semarak. Tradisi tersebut sekaligus memperlihatkan potensi budaya Balinuraga yang dinilai memiliki nilai sosial dan pariwisata.

Bupati Diarak Menggunakan Bade 24 Meter

Dalam prosesi tersebut, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama jajaran memperoleh penghormatan adat dari masyarakat Balinuraga.

Radityo diarak menggunakan bade setinggi sekitar 24 meter. Penggunaan bade dalam prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan masyarakat adat kepada kepala daerah yang dinilai memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya.

Panitia pembangunan bade, Wayan Mantra, mengatakan penghormatan tersebut merupakan kebanggaan bagi masyarakat Desa Balinuraga.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Bupati bersama jajaran kami arak di atas bade sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Balinuraga,” kata Wayan.

Budaya Balinuraga Dinilai Punya Potensi Wisata

Di sela menghadiri ngaben massal, Radityo mengatakan tradisi dan budaya masyarakat Balinuraga merupakan modal penting untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya di Lampung Selatan.

Menurutnya, semangat gotong royong, kepedulian terhadap adat istiadat, serta konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bahkan menargetkan Desa Balinuraga menjadi desa wisata budaya pada 2027.

Konsep pengembangannya akan terinspirasi dari Desa Penglipuran di Bali, dengan penekanan pada kebersihan, keamanan, keindahan, serta kelestarian budaya.

“Kalau kita sepakat, insyaallah pada 2027 Balinuraga akan saya jadikan desa wisata seperti Desa Penglipuran di Bali. Syaratnya satu, masyarakat harus tetap kompak menjaga kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian budayanya,” ujar Radityo.

Infrastruktur Akan Diperkuat

Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah daerah akan meningkatkan infrastruktur menuju kawasan Balinuraga, menata lingkungan, serta memperkuat ekosistem pariwisata.

Radityo menegaskan pengembangan desa wisata tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor utama agar pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan.

“Kalau Balinuraga menjadi desa wisata, akses jalannya akan kita perbaiki, lingkungannya dipercantik. Tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ngaben massal di Balinuraga menjadi gambaran bagaimana tradisi dan gotong royong masyarakat tetap terjaga. Ke depan, kekuatan budaya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi warisan masyarakat, tetapi juga mampu berkembang menjadi daya tarik wisata dan penggerak ekonomi lokal. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI