Tabanan – Vaksin Human Papillomavirus (HPV) kini tidak lagi hanya diberikan kepada anak perempuan. Pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabanan memperluas cakupan vaksinasi dengan menyasar 6.144 siswa kelas V SD, termasuk 3.254 siswa laki-laki dan 2.890 siswa perempuan. Program ini berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026 di seluruh sekolah dasar di Kabupaten Tabanan sebagai upaya mencegah penyakit yang berkaitan dengan infeksi virus HPV sejak usia dini.
Anak Laki-laki Kini Juga Mendapat Vaksin HPV
Selama ini, vaksin HPV lebih dikenal sebagai perlindungan bagi perempuan dari risiko kanker serviks. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa virus Human Papillomavirus (HPV) juga dapat menginfeksi laki-laki dan memicu berbagai penyakit serius.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Wayan Arya Putra Manuaba, menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai pemberian vaksin HPV kepada siswa laki-laki telah dilakukan. Selanjutnya, jadwal vaksinasi di setiap sekolah akan diatur oleh puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing.
“Vaksinasi ini digelar dalam program BIAS MR (vaksin campak dan rubella) dan HPV mulai Agustus dan September 2026 untuk kelas I SD dan kelas V SD,” ujarnya, Rabu (5/8).
Mengapa Vaksin HPV Diberikan pada Usia 9–14 Tahun?
Pemberian vaksin HPV difokuskan pada anak usia 9 hingga 14 tahun karena pada rentang usia tersebut sistem kekebalan tubuh mampu membentuk respons imun yang lebih baik terhadap vaksin.
Selain menghasilkan perlindungan yang lebih kuat, vaksinasi pada usia sekolah juga dinilai lebih efektif karena diberikan sebelum seseorang berisiko terpapar virus HPV.
“Selain itu, perlindungan lebih optimal sebelum terpapar virus dan lebih efektif mencegah infeksi,” kata Arya.
HPV Tidak Hanya Menyebabkan Kanker Serviks
Masih banyak masyarakat yang menganggap HPV hanya berkaitan dengan perempuan. Padahal, virus ini dapat menginfeksi siapa saja.
Pada perempuan, infeksi HPV merupakan penyebab utama kanker serviks. Sementara pada laki-laki, virus tersebut juga dapat meningkatkan risiko kanker penis. Selain itu, HPV berkaitan dengan kanker anus, kanker pada area genital, hingga kanker tenggorokan.
Karena itu, perluasan vaksinasi kepada anak laki-laki menjadi langkah penting untuk memberikan perlindungan sejak dini sekaligus membantu menekan penyebaran virus di masyarakat.
“Virus HPV ini bisa menginfeksi siapa saja. Sehingga vaksin HPV tidak hanya diberikan pada perempuan, tetapi juga laki-laki,” tegas Arya.
Membentuk Perlindungan Bersama
Selain melindungi individu, vaksinasi HPV pada anak laki-laki juga berperan dalam mengurangi risiko penularan virus kepada pasangan saat dewasa. Semakin banyak anak yang memperoleh vaksin, semakin besar pula peluang terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) yang dapat menekan penyebaran HPV di masyarakat.
Dinkes Tabanan juga memastikan vaksin HPV yang digunakan aman bagi anak perempuan maupun laki-laki. Vaksin tersebut telah memperoleh rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan telah digunakan secara luas di berbagai negara.
Imunisasi MR Juga Digelar Bersamaan
Selain vaksin HPV, pelaksanaan BIAS 2026 di Kabupaten Tabanan juga mencakup imunisasi Measles Rubella (MR) bagi 6.158 siswa kelas I SD, terdiri atas 3.201 siswa laki-laki dan 2.957 siswa perempuan.
Pelaksanaan vaksinasi di setiap sekolah akan dijadwalkan oleh puskesmas sesuai kesiapan masing-masing wilayah sehingga seluruh siswa sasaran dapat memperoleh layanan imunisasi secara optimal.
Melalui program BIAS 2026, pemerintah berharap semakin banyak orang tua memahami pentingnya imunisasi sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi anak. Orang tua juga diimbau mendukung pelaksanaan vaksinasi di sekolah agar manfaat perlindungan terhadap penyakit berbahaya dapat dirasakan secara maksimal. (BEM)



