Denpasar, Balienews.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar, Badung, dan Tabanan dalam sepekan terakhir mendapat sorotan DPRD Bali. Pertamina diminta turun langsung memeriksa kondisi di lapangan dan menyampaikan informasi secara transparan mengenai ketersediaan BBM, sementara tambahan pasokan mulai didatangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
DPRD Bali Minta Pertamina Cek Kondisi SPBU
Anggota Komisi III DPRD Bali, I Made Rai Warsa, menilai Pertamina perlu lebih peka terhadap kesulitan masyarakat dalam mendapatkan BBM di tengah aktivitas sehari-hari.
Politisi PDI Perjuangan tersebut meminta Pertamina melakukan pengecekan langsung ke SPBU di berbagai wilayah Bali untuk mengetahui kondisi pasokan yang sebenarnya sekaligus memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan.
Menurut Rai Warsa, keterbukaan informasi menjadi hal penting agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai ketersediaan BBM dan tidak terus menghadapi ketidakjelasan pasokan.
“Pertamina mesti peka situasi lapangan. Cek SPBU yang ada. Jelaskan dengan jujur akan ketersediaan BBM,” tegas Rai Warsa, Senin (12/10/2026).
Pemprov Bali Sebut Distribusi BBM Sedang Diatur
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan Pertamina masih melakukan pengaturan distribusi stok BBM di Bali.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan agar penyaluran ke masyarakat tidak terputus. Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan situasi geopolitik global perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi memengaruhi kondisi energi.
Setiawan mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Pemerintah Provinsi Bali juga mendorong pemanfaatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai bagian dari upaya mengembangkan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Kapal Bawa 20.500 KL Pertalite dan Pertamax
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan BBM di Bali melalui kedatangan kapal pengangkut yang membawa 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan stok dan konsumsi BBM di lapangan.
Setelah kapal bersandar, penyaluran BBM ke SPBU dioptimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok serta tingkat konsumsi di masing-masing wilayah.
“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad, Senin (12/10/2026).
Konsumsi Pertalite Capai 2.200 KL per Hari
Ahad menjelaskan, rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Angka tersebut menjadi salah satu acuan dalam perencanaan pasokan dan penentuan prioritas distribusi BBM.
Pertamina juga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis. Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 KL.
Sejalan dengan jadwal tersebut, Pertamina mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU. Evaluasi kebutuhan dilakukan berdasarkan perkembangan stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.
Masyarakat Menanti Kelancaran Pasokan BBM
Tambahan pasokan dan optimalisasi distribusi diharapkan membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Bali serta mengurangi antrean di SPBU.
Masyarakat tetap diimbau menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Sementara itu, transparansi informasi mengenai stok dan distribusi menjadi hal penting agar warga dapat mengetahui kondisi pasokan secara lebih pasti. (BEM)




