Denpasar, Balienews.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus mengapresiasi kehadiran Puskesmas Ramah Ibu dan Anak di UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat, Bali. Fasilitas yang diresmikan pada Selasa (6/10) dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mencegah risiko kematian ibu dan bayi.
“Selain memberikan pelayanan kesehatan secara umum, puskesmas ini juga memiliki pelayanan khusus ibu dan anak yang tentu bermanfaat dalam mencegah risiko meninggalnya ibu dan anak,” kata Benyamin saat peresmian.
Perkuat Pelayanan Ibu dan Anak
Benyamin mengatakan fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan khusus bagi ibu dan anak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga akan mendorong renovasi sejumlah fasilitas kesehatan milik pemerintah, termasuk puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD).
Menurut Benyamin, peningkatan layanan tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, terutama dokter spesialis, juga diperlukan untuk mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan.
“Kami mendorong tumbuhnya SDM kesehatan, terutama dokter spesialis, untuk mewujudkan kesetaraan dan pemerataan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan yang bermuara pada peningkatan angka harapan hidup masyarakat,” ujarnya.
Dilengkapi Layanan PONED 24 Jam
Peresmian puskesmas tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wamenkes Benyamin Paulus yang didampingi Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.
Setelah peresmian, rombongan meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari ruang gawat darurat, ruang persalinan, poliklinik hingga ruang rawat inap pasien bersalin.
Arya Wibawa mengatakan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar memperkuat pelayanan kesehatan yang berpusat pada masyarakat, khususnya perempuan, ibu, bayi dan anak.
Puskesmas tersebut memiliki Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) yang memberikan penanganan kegawatdaruratan selama 24 jam bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir.
“Melalui konsep Puskesmas Ramah Ibu dan Anak, kami ingin memastikan setiap ibu yang datang memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, cepat, manusiawi, serta menghargai hak dan kebutuhan ibu,” kata Arya.
Terintegrasi dengan BPJS dan Administrasi Kependudukan
Pelayanan di puskesmas juga didukung sinergi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar. Dengan dukungan tersebut, bayi yang lahir di puskesmas dapat memperoleh bantuan dalam proses penerbitan akta kelahiran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Anak Agung Ayu Agung Candrawati mengatakan pengembangan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan.
UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat telah dilengkapi layanan kesehatan yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Fasilitas persalinan dan layanan Damakesmas juga tersedia selama 24 jam.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang aman, nyaman, inklusif dan sesuai kebutuhan ibu serta anak.
Menariknya, sebelum dikembangkan menjadi fasilitas kesehatan, kawasan tersebut merupakan lokasi pasar loak. Area itu kemudian sempat digunakan sebagai tempat pembuangan sementara (TPS) dan kawasan pertanian perkotaan atau urban farming.
Dengan hadirnya Puskesmas Ramah Ibu dan Anak, pemerintah berharap akses serta kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di Denpasar semakin meningkat. (BEM)




