BerandaGaya HidupSedentary Lifestyle: Kebiasaan Duduk Terlalu Lama dan 5 Risikonya bagi Kesehatan

Sedentary Lifestyle: Kebiasaan Duduk Terlalu Lama dan 5 Risikonya bagi Kesehatan

Balienews.com – Banyak orang menghabiskan sebagian besar harinya dengan duduk—bekerja di depan komputer, menatap layar ponsel, berkendara, atau bersantai di sofa. Tanpa disadari, kebiasaan minim gerak tersebut dapat menjadi bagian dari sedentary lifestyle, yaitu pola hidup dengan aktivitas fisik yang sangat rendah.

Sedentary lifestyle bukan sekadar persoalan jarang berolahraga. Terlalu banyak duduk atau berbaring dalam waktu lama juga dapat berdampak terhadap kesehatan apabila berlangsung terus-menerus. Kondisi ini banyak ditemukan dalam kehidupan modern, terutama pada pekerja yang harus menghabiskan berjam-jam di depan meja kerja.

Apa Itu Sedentary Lifestyle?

Menurut Alodokter, Sedentary lifestyle adalah gaya hidup yang ditandai dengan rendahnya aktivitas fisik dan banyaknya waktu yang dihabiskan dalam posisi duduk atau berbaring.

Pekerja kantoran menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalaminya. Sejak berangkat kerja hingga pulang, sebagian waktu dapat dihabiskan dalam kendaraan, kemudian dilanjutkan dengan duduk di depan komputer selama berjam-jam.

Masalahnya, tubuh manusia membutuhkan gerakan. Ketika aktivitas fisik sangat minim dan berlangsung dalam jangka panjang, sejumlah risiko kesehatan dapat meningkat.

1. Dapat Memengaruhi Sistem Imun

Kurangnya aktivitas fisik dalam waktu lama dapat berkaitan dengan perubahan pada fungsi tubuh, termasuk sistem kekebalan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa periode tidak aktif bergerak yang berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dapat memengaruhi fungsi imun. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Namun, kesehatan sistem imun tidak hanya ditentukan oleh aktivitas fisik. Pola makan, kualitas tidur, stres, usia, dan kondisi kesehatan seseorang juga turut berperan.

2. Memudahkan Berat Badan Bertambah

Tubuh membakar energi ketika melakukan aktivitas. Ketika seseorang terlalu banyak duduk dan jarang bergerak, pengeluaran energi harian dapat menjadi lebih rendah.

Jika asupan energi tidak disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, kelebihan energi dapat disimpan sebagai lemak. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas.

Karena itu, mengurangi waktu duduk dan menambah aktivitas sederhana sepanjang hari dapat menjadi bagian dari upaya menjaga berat badan.

3. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Sedentary lifestyle juga berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi dan menjaga sensitivitas insulin. Sebaliknya, terlalu banyak duduk dan kurang bergerak dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin.

Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, kadar gula darah dapat meningkat dan pada akhirnya meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Risikonya tentu tidak sama pada setiap orang karena diabetes juga dipengaruhi faktor lain, termasuk pola makan, berat badan, faktor genetik, usia, dan kondisi kesehatan.

4. Mengganggu Kesehatan Jantung

Jantung juga dapat terdampak oleh kebiasaan hidup yang terlalu minim gerak.

Kurangnya aktivitas fisik berkaitan dengan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak sehat, kelebihan berat badan, dan gangguan metabolisme.

Tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap kerusakan serta penyempitan pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Karena itu, menjaga tubuh tetap aktif tidak harus selalu dilakukan melalui olahraga berat. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu mengurangi waktu tidak aktif.

5. Dapat Berkaitan dengan Gangguan Kesehatan Mental

Dampak sedentary lifestyle tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara perilaku sedentari dengan masalah kesehatan mental, termasuk gejala depresi dan kecemasan.

Hubungan tersebut cukup kompleks dan belum berarti bahwa duduk terlalu lama secara langsung menyebabkan gangguan mental.

Kurangnya aktivitas dapat berjalan bersamaan dengan faktor lain, seperti jarang berada di luar rumah, minim interaksi sosial, kualitas tidur yang buruk, atau terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar. Semua faktor tersebut dapat saling berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang.

Tidak Harus Langsung Berolahraga Berat

Mengubah sedentary lifestyle tidak harus dimulai dengan olahraga berat atau latihan dalam waktu lama.

Langkah pertama justru bisa berupa kebiasaan sederhana: berdiri lebih sering, berjalan kaki sebentar, melakukan pekerjaan rumah, atau mengurangi waktu duduk tanpa jeda.

Bagi pekerja kantoran, misalnya, cobalah bangkit dari kursi secara berkala. Berjalan mengambil air minum, menggunakan tangga jika memungkinkan, atau melakukan peregangan ringan dapat menjadi cara sederhana untuk menambah gerakan sepanjang hari.

Di rumah pun ada banyak aktivitas yang membuat tubuh bergerak. Membersihkan kamar, merapikan rumah, menggosok lantai, atau merawat pekarangan dapat menjadi bagian dari aktivitas harian.

Yang terpenting adalah mengurangi periode panjang tanpa bergerak dan membangun kebiasaan aktif secara bertahap.

Mulai dari Perubahan Kecil

Sedentary lifestyle sering kali terbentuk dari kebiasaan yang dilakukan berulang setiap hari. Karena itu, mengubahnya pun tidak harus dilakukan sekaligus.

Mulailah dengan target yang realistis. Kurangi waktu duduk, perbanyak aktivitas ringan, kemudian tingkatkan durasi dan intensitas aktivitas fisik secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.

Jika seseorang sudah mengalami keluhan kesehatan atau merasa kesulitan meningkatkan aktivitas karena kondisi tertentu, konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan aktivitas yang sesuai.

Pada akhirnya, tubuh tidak hanya membutuhkan waktu untuk beristirahat, tetapi juga membutuhkan gerakan. Sedikit lebih banyak bergerak hari ini dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih aktif. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI