Denpasar, Balienews.com – Suhu udara di Kota Denpasar mencapai 34 derajat Celsius dalam sepekan terakhir. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memprakirakan cuaca panas di Bali masih berlanjut hingga sepekan ke depan akibat intensitas penyinaran matahari yang tinggi, minimnya tutupan awan, serta kondisi musim kemarau.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Riski Dwi Saputro, menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan fenomena yang wajar dalam dinamika atmosfer. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah pergerakan semu matahari ke arah selatan.
Penyebab Cuaca Panas di Bali
Riski mengatakan, posisi semu matahari yang semakin ke selatan membuat penyinaran matahari lebih intens di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
“Kondisi ini disebabkan posisi semu matahari yang semakin ke selatan. Hal ini menyebabkan penyinaran matahari menjadi lebih intens di wilayah Indonesia bagian selatan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” kata Riski, Selasa (20/10/2026).
Selain intensitas penyinaran matahari, minimnya tutupan awan dalam beberapa hari terakhir juga berkontribusi terhadap peningkatan suhu permukaan, terutama pada siang hari.
Kondisi tersebut diperkuat dengan wilayah Bali yang secara umum masih berada dalam periode musim kemarau.
Cuaca Panas Diprediksi Berlangsung Sepekan
BBMKG Wilayah III memperkirakan kondisi cuaca terik masih berpotensi terjadi di Bali hingga tujuh hari ke depan. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik dan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan memperhatikan kondisi cuaca serta menjaga kesehatan.
Imbauan BBMKG kepada Masyarakat
Riski mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama cuaca panas berlangsung. Warga juga diminta memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk memperoleh informasi yang akurat.
“Imbauan kami kepada masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa, namun tetap jaga kesehatan, terutama saat berada di luar ruangan. Selain itu, kami harap masyarakat selalu memantau dan mengikuti informasi resmi tentang cuaca, iklim, dan kegempaan hanya lewat kanal resmi BMKG,” tutur Riski. (BEM)




