BerandaBeritaDaerahTumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Warga Tabanan Jaga Keharmonisan Alam Bali

Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Warga Tabanan Jaga Keharmonisan Alam Bali

Tabanan, Balienews.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengajak masyarakat menjaga keharmonisan alam, lingkungan, dan budaya Bali dalam memaknai Rahina Tumpek Wayang. Ajakan tersebut disampaikan saat persembahyangan bersama di Padmasana Kantor Bupati Tabanan, Sabtu (10/10/2026), sebagai wujud penguatan sradha bhakti serta pelaksanaan swadharma negara dan swadharma agama.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para asisten dan kepala perangkat daerah, ribuan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta para pemangku PSN Kabupaten Tabanan.

Tumpek Wayang Jadi Momentum Menjaga Keharmonisan Bali

Rahina Tumpek Wayang yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Bali.

Bupati Sanjaya mengatakan, persembahyangan bersama tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan swadharma negara dan swadharma agama. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga keharmonisan Jagat Bali secara sekala dan niskala.

Menurutnya, upaya menjaga keharmonisan tersebut mencakup perlindungan terhadap masyarakat, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan adat dan budaya Bali.

“Hari ini, kami di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan swadharma negara dan swadharma agama melalui persembahyangan bersama pada Rahina Tumpek Wayang, yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari,” ujar Sanjaya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen menjaga keharmonisan Jagat Bali, baik secara sekala maupun niskala.

Makna Spiritual Rahina Tumpek Wayang

Sanjaya menjelaskan, persembahyangan pada Tumpek Wayang merupakan wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Ida Bhatara Iswara yang berkaitan dengan kesenian dan cahaya.

Melalui persembahyangan tersebut, umat diharapkan memperoleh tuntunan cahaya suci yang menerangi kehidupan, menghilangkan kegelapan, serta membawa kerahayuan bagi masyarakat Tabanan dan Bali.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.

Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Ikut Bersembahyang

Bupati Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat sedharma di Kabupaten Tabanan untuk melaksanakan persembahyangan pada Rahina Tumpek Wayang sesuai keyakinan masing-masing.

Ia berharap umat dapat memanfaatkan hari suci tersebut untuk memanjatkan doa, memperkuat bhakti, serta memohon keselamatan, keseimbangan, dan keharmonisan dalam kehidupan.

Ajakan tersebut juga menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga kelestarian budaya Bali agar nilai-nilai luhur yang diwariskan tetap hidup di tengah masyarakat.

Perkuat Komitmen Tabanan Era Baru

Melalui peringatan Rahina Tumpek Wayang, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat kebersamaan dalam menjalankan swadharma negara dan swadharma agama semakin kuat.

Selain mempertebal sradha bhakti, momentum ini diharapkan mendorong masyarakat untuk terus menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan lingkungan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Masyarakat diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai Rahina Tumpek Wayang sebagai inspirasi untuk menjaga keharmonisan kehidupan sekaligus melestarikan adat dan budaya Bali. (BEM/Pro)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI