Buleleng, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menegaskan komitmennya menata kabel udara yang semrawut dan tiang jaringan yang tidak sesuai standar di sejumlah ruas jalan serta permukiman warga di Kota Singaraja.
Langkah ini dilakukan demi meningkatkan keselamatan masyarakat, khususnya saat musim hujan, sekaligus memperindah wajah kota.
Penataan tersebut dibahas dalam pertemuan lintas sektor yang digelar di Ruang BCC Dinas Kominfosanti Buleleng, Rabu (21/1), dengan melibatkan Dinas PUPR, DPMPTSP, Satpol PP, Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjtel) Provinsi Bali, serta para penyedia layanan internet (ISP).
Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta, menegaskan bahwa kabel dan tiang jaringan yang tidak tertata rapi berpotensi membahayakan masyarakat.
“Penataan ini penting untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memperindah wajah kota. Kabel yang semrawut dan tiang yang sudah miring harus segera dirapikan, terutama saat musim hujan,” ujar Made Suharta.
Ia menekankan, penertiban kabel jaringan harus menjadi tanggung jawab masing-masing penyedia jasa internet sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
ISP Diminta Lengkapi Perizinan dan Data Jaringan
Selain penataan fisik di lapangan, Pemkab Buleleng juga menyoroti pentingnya kelengkapan perizinan bagi seluruh ISP yang beroperasi di wilayahnya.
Dengan data jaringan dan izin yang jelas, pemerintah daerah dapat bergerak cepat saat terjadi gangguan teknis.
“Jika terjadi kabel putus atau masalah teknis lainnya, kami bisa langsung mengetahui siapa pemiliknya dan segera ditangani tanpa menunggu lama,” kata Made Suharta.
Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan efektivitas koordinasi sekaligus mempercepat penanganan masalah di lapangan.
Apjtel Dorong Penguatan Koordinasi Provider
Perwakilan Apjtel Provinsi Bali, Gede Widiartama, menyambut baik kolaborasi antara pemerintah daerah dan para penyedia layanan telekomunikasi.
Menurutnya, sinergi yang kuat akan membuat penataan jaringan berjalan lebih efektif dan terukur.
Saat ini, baru sekitar 18 provider yang tercatat sebagai anggota Apjtel di Bali. Apjtel mendorong provider lain yang belum bergabung agar segera mendaftarkan diri.
“Kami mendorong provider yang belum bergabung agar segera bergabung, sehingga koordinasi dengan pemerintah bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Pendataan PIC dan Jaringan Jadi Fokus Ke Depan
Gede Widiartama mengakui masih terdapat kendala koordinasi di lapangan, khususnya terkait pendataan penanggung jawab (PIC) di masing-masing wilayah operasional.
Ke depan, Apjtel akan memfokuskan pendataan PIC dan jaringan tiap provider di Kabupaten Buleleng agar jelas jumlah dan sebaran penyedia layanan yang beroperasi.
“Dengan data yang lengkap, penataan jaringan bisa dilakukan lebih terarah dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sinergi Lintas Sektor Cari Solusi Kabel Semrawut
Pertemuan lintas sektor tersebut menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi bersama terkait kabel semrawut, tiang jaringan miring, tidak berfungsi, hingga yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.
Pemkab Buleleng berharap kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, asosiasi, dan ISP dapat mewujudkan Singaraja yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (BEM)




