Jakarta, Balienews.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meluncurkan layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA) untuk merespons tingginya angka kecanduan gim di kalangan anak dan remaja Indonesia. Peluncuran ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Jakarta, Jumat (27/2), menyusul temuan bahwa 33–39 persen siswa SMA mengalami adiksi gim tingkat sedang hingga berat.
Layanan ini dihadirkan sebagai solusi konsultasi privat dan mudah diakses bagi anak maupun orang tua yang terdampak paparan gim daring berlebihan.
33–39 Persen Siswa SMA Alami Kecanduan Gim
Meutya mengungkapkan, berdasarkan sejumlah penelitian, sekitar 33 hingga 39 persen siswa SMA dalam sampel tertentu masuk kategori kecanduan gim tingkat sedang hingga berat.
“Jadi sedang sampai beratnya saja lebih dari 30 persen atau tepatnya 33 persen,” ujarnya.
Angka tersebut jauh di atas rata-rata global. Secara internasional, prevalensi kecanduan gim berada pada kisaran 1,96 hingga 3 persen populasi dunia, dengan risiko tertinggi pada remaja laki-laki dan dewasa muda.
Gim Dorong Kreativitas, Tapi Ada Risiko
Komdigi menegaskan tidak akan membatasi atau menutup industri gim nasional. Pemerintah tetap mendukung pertumbuhan industri kreatif digital karena gim dinilai mampu mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda.
Namun demikian, paparan berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif, terutama gangguan perilaku, sosial, hingga akademik akibat adiksi.
Karena itu, pemerintah memilih pendekatan preventif dan solutif melalui layanan pendampingan, bukan pelarangan.
DARA, Layanan Konsultasi Privat dan Multiplatform
Layanan DARA dirancang sebagai platform konsultasi privat dan teman bercerita bagi anak maupun orang tua yang menghadapi masalah kecanduan gim.
Menurut Meutya, DARA lahir dari kegelisahan masyarakat, terutama orang tua yang merasa kesulitan menghadapi perubahan perilaku anak akibat paparan gim daring.
“Negara harus hadir membantu mereka yang terpapar dampak negatif,” tegasnya.
DARA merupakan karya talenta muda Indonesia dan dapat diakses melalui Website resmi: https://adiksi.igrs.id/ atau WhatsApp layanan konsultasi Indonesia Game Rating System (IGRS) di nomor 0811-806-860.
Platform ini diharapkan menjadi ruang aman bagi remaja untuk mencari bantuan secara mandiri dan bagi orang tua untuk memperoleh pendampingan profesional.
Upaya Membangun Ekosistem Gim yang Sehat
Peluncuran DARA menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Edukasi literasi digital dan pengawasan penggunaan gawai di lingkungan keluarga tetap menjadi kunci pencegahan.
Orang tua diimbau untuk aktif berdialog dengan anak dan memanfaatkan layanan DARA bila menemukan tanda-tanda kecanduan. (BEM)




