back to top
Kamis, Maret 5, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaEkonomiMenkeu Purbaya: APBN 2026 Masih Kuat Hadapi Krisis Global

Menkeu Purbaya: APBN 2026 Masih Kuat Hadapi Krisis Global

Jakarta, Balienews.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global berkepanjangan, termasuk dampak eskalasi di Timur Tengah.

Kepastian itu disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3) malam. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai skenario ketahanan fiskal untuk mengantisipasi situasi terburuk.

Menurut Purbaya, analisis sementara menunjukkan kondisi fiskal nasional masih dalam kategori baik dan mampu menyerap tekanan eksternal.

“Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi nggak ada masalah,” ujarnya.

Skenario APBN Hadapi Krisis Global

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas kemungkinan krisis global berlangsung lebih lama dari perkiraan. Fokus utama diskusi adalah ketahanan anggaran negara jika tekanan ekonomi terus berlanjut.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Jadi Menteri Terfavorit di Kabinet Prabowo, Raih Dukungan Publik 83,7 Persen

Purbaya menegaskan, pemerintah telah melakukan simulasi fiskal untuk memastikan APBN tetap stabil dalam berbagai kondisi, termasuk ketidakpastian geopolitik global.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko fiskal agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Penerimaan Pajak dan Bea Cukai Tumbuh 30 Persen

Salah satu faktor yang memperkuat ketahanan APBN 2026 adalah peningkatan signifikan penerimaan negara.

Data Januari–Februari 2026 menunjukkan penerimaan pajak dan bea cukai tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Itu angka yang signifikan sekali. Artinya, ada perbaikan yang signifikan di ekonomi dan perilaku orang-orang, pajak dan bea cukai,” jelas Purbaya.

Pertumbuhan ini dinilai menjadi sinyal positif pemulihan dan aktivitas ekonomi domestik yang semakin solid di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga :  Harga BBM Terancam Naik Imbas Konflik Global

Simulasi Dampak Harga Minyak Dunia

Terkait eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak, pemerintah telah menyiapkan simulasi berbagai skenario harga minyak selama satu tahun anggaran berjalan.

Menurut Purbaya, kenaikan harga minyak pada level tertentu masih bisa diserap oleh APBN. Namun, jika terjadi lonjakan ekstrem, pemerintah akan melakukan perhitungan ulang untuk menyesuaikan kebijakan fiskal.

“Masih bisa di-absorb kalau harga minyak naik. Tapi kalau ekstrem sekali akan kita hitung ulang,” tegasnya.

Langkah ini menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah volatilitas pasar energi global.

Optimisme Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Dengan kinerja penerimaan negara yang membaik dan simulasi fiskal yang matang, pemerintah optimistis APBN 2026 tetap tangguh menghadapi tekanan global.

Baca Juga :  Harga BBM Terancam Naik Imbas Konflik Global

Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan tetap tenang serta mendukung kebijakan fiskal pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI