back to top
Kamis, Maret 12, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahUji BBPOM, 24 Sampel Takjil di Tabanan Dipastikan Aman

Uji BBPOM, 24 Sampel Takjil di Tabanan Dipastikan Aman

Tabanan, Balienews.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar memastikan puluhan takjil yang dijual pedagang di kawasan Masjid Agung Tabanan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, aman dikonsumsi.

Kepastian ini diperoleh setelah petugas melakukan uji sampel terhadap 24 jenis makanan dan minuman pada Rabu (11/3), yang hasilnya menunjukkan seluruh takjil negatif mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, maupun pewarna tekstil rhodamin B.

BBPOM Uji 24 Sampel Takjil

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM di Denpasar, Made Ery Bahari Hantana, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan terhadap berbagai jenis takjil yang dijual pedagang di sekitar kawasan Masjid Agung Tabanan.

Jenis makanan yang diuji meliputi minuman, gulali, kue basah, bakso, kerupuk hingga lauk pauk. Seluruh sampel diperiksa menggunakan alat uji cepat sehingga hasilnya dapat diketahui dalam waktu sekitar lima menit.

“Semua sampel kami uji menggunakan alat khusus. Hasilnya langsung terlihat dan seluruhnya negatif bahan berbahaya,” ujar Ery.

Pedagang Diapresiasi karena Jaga Keamanan Pangan

BBPOM Denpasar mengapresiasi para pedagang yang dinilai tetap menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dijual kepada masyarakat.

Menurut Ery, selama bulan Ramadan permintaan takjil meningkat tajam, sehingga pengawasan terhadap keamanan pangan menjadi semakin penting agar masyarakat dapat berbuka puasa dengan aman.

“Pedagang di kawasan ini cukup baik menjaga kualitas makanan yang dijual kepada masyarakat,” katanya.

Pengawasan dan Edukasi Dilakukan Setiap Ramadan

Kegiatan pengawasan takjil seperti ini rutin dilakukan setiap Ramadan. Tujuannya untuk memastikan makanan yang beredar di masyarakat tetap aman dikonsumsi.

Selain melakukan pengujian sampel makanan, petugas BBPOM juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pembeli agar menghindari penggunaan bahan berbahaya dalam makanan.

“Meskipun edukasi terus dilakukan, pengujian tetap penting karena potensi beredarnya makanan dengan kandungan bahan berbahaya selalu ada,” tegasnya.

Penelusuran Dilakukan Jika Ditemukan Bahan Berbahaya

BBPOM Denpasar menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila suatu saat ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Jika produk tersebut berasal dari pemasok tertentu, pihaknya akan menelusuri sumber distribusinya untuk mencegah peredaran lebih luas.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga keamanan pangan, khususnya selama bulan Ramadan ketika masyarakat banyak membeli takjil untuk berbuka puasa. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI