Tabanan, Balienews.com — Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat sebanyak 20.833 orang telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) hingga 10 Agustus 2026.
Percepatan aktivasi dilakukan dengan memperkuat layanan jemput bola agar masyarakat dapat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.
Plt. Kepala Disdukcapil Kabupaten Tabanan, I Gusti Agung Rai Dwipayana, mengatakan jumlah aktivasi IKD terus meningkat setiap hari. Rata-rata aktivasi saat ini diperkirakan mencapai 300 hingga 500 orang per hari.
Aktivasi IKD Tabanan Terus Meningkat
Rai Dwipayana menjelaskan, layanan jemput bola menjadi salah satu strategi utama Disdukcapil Tabanan untuk mempercepat aktivasi IKD.
Melalui layanan tersebut, petugas mendatangi lokasi yang menjadi pusat aktivitas dan berkumpulnya masyarakat. Dengan demikian, warga dapat melakukan aktivasi IKD tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau mengganggu jam kerja.
“Layanan jemput bola menjadi salah satu senjata andalan kami untuk meningkatkan capaian aktivasi IKD. Masyarakat tidak perlu meninggalkan pekerjaan atau mengganggu jam kerjanya untuk datang ke kantor, karena kami yang mendatangi masyarakat,” ujar Rai Dwipayana.
Pola pelayanan ini dinilai membuat akses administrasi kependudukan menjadi lebih fleksibel sekaligus memperluas jangkauan pelayanan Disdukcapil ke masyarakat.
Jemput Bola Sasar Lokasi Aktivitas Masyarakat
Pelayanan jemput bola tidak hanya difokuskan pada aktivasi IKD. Petugas juga memberikan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Tabanan memperkuat pelayanan publik agar masyarakat semakin mudah mendapatkan akses terhadap administrasi kependudukan maupun program pemerintah.
Dengan mendatangi masyarakat secara langsung, Disdukcapil berharap hambatan akses layanan dapat ditekan dan semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan administrasi kependudukan secara digital.
Warga Diingatkan Waspadai Penipuan Aktivasi IKD
Di tengah meningkatnya aktivitas aktivasi IKD, Disdukcapil Tabanan juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan petugas.
Rai Dwipayana meminta warga berhati-hati apabila menerima pesan WhatsApp atau telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Disdukcapil dan menawarkan bantuan aktivasi IKD.
Masyarakat diminta memastikan identitas petugas terlebih dahulu sebelum memberikan informasi apa pun. Data pribadi, kode OTP, maupun informasi penting lainnya tidak boleh diberikan kepada pihak yang identitasnya tidak jelas.
“Kami mengimbau masyarakat agar waspada. Kalau ada pihak yang menghubungi melalui WhatsApp atau telepon dan mengaku sebagai petugas untuk melakukan aktivasi IKD, pastikan terlebih dahulu kebenaran dan identitas petugas tersebut. Jangan memberikan data pribadi, kode OTP, atau informasi penting lainnya kepada pihak yang tidak jelas,” tegasnya.
Disdukcapil Tabanan Perkuat Layanan Langsung
Disdukcapil Tabanan akan terus mengoptimalkan layanan jemput bola untuk menjaga tren peningkatan aktivasi IKD. Dengan rata-rata tambahan aktivasi mencapai ratusan orang setiap hari, strategi tersebut diharapkan mampu memperluas pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Tabanan.
Hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 20.833 orang di Tabanan telah melakukan aktivasi IKD. Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan resmi Disdukcapil sekaligus tetap waspada terhadap pihak yang meminta data pribadi atau kode OTP dengan mengatasnamakan petugas. (BEM/r)



