BerandaBeritaDaerahWisatawan Antusias Saksikan Prosesi Melasti di Pura Luhur Tanah Lot

Wisatawan Antusias Saksikan Prosesi Melasti di Pura Luhur Tanah Lot

Tabanan, Balienews.com – Prosesi Upacara Melasti serangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 di kawasan Pura Luhur Tanah Lot menyita perhatian wisatawan yang berkunjung, Senin (16/3/2026). Ritual sakral yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut tidak hanya menjadi rangkaian penting menjelang Nyepi, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ribuan krama dari berbagai desa adat di Kabupaten Tabanan tampak mengikuti prosesi pemelastian dengan khidmat. Wisatawan yang berada di kawasan objek wisata Tanah Lot terlihat antusias menyaksikan arak-arakan pratima, jempana, hingga sesuhunan yang diiringi tabuh baleganjur menuju laut untuk prosesi penyucian.

Ribuan Krama Desa Adat Ikuti Prosesi Melasti

Asisten Manager Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, I Putu Tony Wirawan, mengatakan prosesi Melasti setiap tahun memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.

Baca Juga :  Badung Siapkan Festival Ogoh-ogoh 2026 dengan Konsep Baru

Menurutnya, wisatawan kerap mengabadikan momen ketika sesuhunan seperti barong dan jempana diarak menuju laut.

“Wisatawan biasanya sangat antusias menyaksikan prosesi ini. Yang paling sering mereka abadikan adalah saat sesuhunan seperti barong dan jempana diarak menuju laut,” ujarnya.

Prosesi Melasti di Tanah Lot sendiri telah berlangsung sejak Sabtu (14/3/2026). Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran oleh desa adat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan sesuai jadwal yang telah dikoordinasikan dengan pengelola kawasan pura.

Desa Beraban Ikuti Prosesi Melasti di Tanah Lot

Salah satu desa adat yang melaksanakan prosesi Melasti adalah Desa Beraban pada Senin sore sekitar pukul 15.00 Wita.

Ribuan krama dari 15 banjar adat berjalan kaki menuju pantai sambil membawa pratima serta berbagai sarana upacara. Sebelum menuju laut, pratima dari sejumlah pura di wilayah desa tersebut terlebih dahulu dikumpulkan di Pura Bale Agung Beraban.

Baca Juga :  Badung Siapkan Festival Ogoh-ogoh 2026 dengan Konsep Baru

Dari pura tersebut, iring-iringan krama kemudian berjalan menuju Tanah Lot untuk melaksanakan prosesi penyucian diri dan alam semesta menjelang Hari Raya Nyepi.

Kunjungan Wisata Tanah Lot Masih Low Season

Tony menjelaskan bahwa saat ini kunjungan wisatawan ke kawasan DTW Tanah Lot masih berada pada periode low season.

Rata-rata jumlah wisatawan yang datang setiap hari berkisar antara 1.200 hingga 1.300 orang. Mayoritas wisatawan berasal dari kawasan Asia, sementara wisatawan dari Eropa masih relatif sedikit.

Menurutnya, menurunnya jumlah kunjungan juga dipengaruhi oleh momentum Ramadan yang hampir setiap tahun berdampak pada pergerakan wisatawan domestik.

Meski demikian, pihak pengelola optimistis jumlah kunjungan akan meningkat kembali setelah memasuki masa libur Idul Fitri.

Baca Juga :  Badung Siapkan Festival Ogoh-ogoh 2026 dengan Konsep Baru

Hiburan Tradisional Disiapkan Saat Libur Lebaran

Untuk menambah daya tarik wisata saat libur Lebaran, pengelola DTW Tanah Lot menyiapkan hiburan tradisional berupa pertunjukan Joged Bumbung di area halaman kawasan wisata.

Atraksi budaya ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot.

“Kami berharap hiburan tersebut bisa memberi pengalaman menarik bagi wisatawan yang datang ke Tanah Lot,” pungkas Tony.

Sebagai salah satu destinasi wisata ikonik di Bali, kawasan Tanah Lot terus menghadirkan perpaduan antara tradisi budaya dan pariwisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dunia. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI