Balienews.com – Direktorat Jenderal Imigrasi resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Patroli Imigrasi “Dharma Dewata” di Bali pada Rabu (15/4/2026). Satgas yang beranggotakan 100 petugas ini dibentuk untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas Warga Negara Asing (WNA), menjaga keamanan, serta memastikan pariwisata Bali tetap aman dan berkualitas melalui patroli aktif di wilayah rawan pelanggaran keimigrasian.
Komitmen Jaga Keamanan Pariwisata Bali
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa pembentukan Satgas ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan Bali sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.
Menurutnya, peningkatan pengawasan keimigrasian sangat penting seiring tingginya kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata.
Fokus Patroli di Wilayah Rawan WNA
Satgas Patroli “Dharma Dewata” akan melakukan patroli intensif di sejumlah titik yang memiliki konsentrasi aktivitas WNA tinggi.
Langkah ini diharapkan mampu mencegah pelanggaran izin tinggal, menekan aktivitas ilegal oleh WNA, dan menjaga ketertiban di kawasan wisata.
Selain itu, patroli juga akan menyasar lokasi yang dinilai rawan pelanggaran hukum keimigrasian.
Respons Cepat dan Edukasi Langsung
Tak hanya melakukan pengawasan, Satgas juga dirancang untuk memberikan respons cepat (quick response) terhadap potensi pelanggaran.
Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat meningkatkan rasa aman masyarakat, memberikan edukasi langsung terkait aturan keimigrasian, serta membangun kesadaran hukum bagi WNA.
Ratusan Tindakan Imigrasi Sudah Dilakukan
Sebelumnya, Imigrasi Bali telah mencatat berbagai tindakan administratif terhadap WNA, antara lain 165 deportasi dan 62 pendetensian.
Langkah ini menunjukkan intensitas pengawasan yang terus ditingkatkan oleh pemerintah.
Pengawasan Akan Terus Diperkuat
Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan bahwa operasi pengawasan akan terus digencarkan, baik melalui patroli rutin di tingkat wilayah maupun operasi skala nasional.
Upaya ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Imigrasi.
Dengan hadirnya Satgas Patroli “Dharma Dewata”, diharapkan Bali tetap menjadi destinasi wisata yang aman, tertib, dan berkualitas bagi wisatawan domestik maupun internasional. Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang melibatkan WNA. (BEM)




