BerandaLingkunganKreatif! Siswa SD di Tabanan Produksi Pupuk dari Sampah

Kreatif! Siswa SD di Tabanan Produksi Pupuk dari Sampah

Tabanan, Balienews.com – Edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah terus dikembangkan secara kreatif. SD Negeri 5 Gubug, Kecamatan Tabanan, menghadirkan inovasi POCARIS (Pupuk Organik Cair dari Tong Komposter) sebagai bagian dari program TEBAS LESTARI, Minggu (19/4).

Program ini bertujuan mengurangi volume sampah sekaligus mengedukasi siswa tentang pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan melalui praktik langsung di sekolah.

Inovasi Ramah Lingkungan di Sekolah

Kepala SD Negeri 5 Gubug, Ni Nyoman Dian Trisna Dewi, menjelaskan bahwa POCARIS menjadi bentuk nyata implementasi pendidikan lingkungan hidup yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan sekolah.

Melalui inovasi ini, sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan daun kering tidak lagi terbuang percuma, melainkan diolah menjadi pupuk cair yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di kebun sekolah.

Proses Pembuatan POCARIS

Dalam praktiknya, siswa diajak memilah sampah organik yang dihasilkan setiap hari. Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tong komposter, ditambahkan air dan aktivator seperti EM4 atau bahan alami sejenis.

Selanjutnya, bahan tersebut difermentasi selama satu hingga tiga bulan hingga menghasilkan cairan lindi yang siap digunakan sebagai pupuk organik cair.

Media Pembelajaran Kontekstual

Program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa. Mereka terlibat langsung dalam proses pengolahan sampah, sehingga memahami konsep reduce, reuse, recycle (3R) secara nyata, bukan sekadar teori di kelas.

Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.

Sederhana, Murah, dan Bernilai Guna

Keunggulan POCARIS terletak pada prosesnya yang sederhana, biaya rendah, dan mampu mengubah limbah organik menjadi produk bernilai guna.

“Inovasi ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara kreatif dan edukatif, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta meningkatkan kualitas pembelajaran siswa,” ujar Dian.

Dorongan untuk Sekolah Lain

Program seperti POCARIS diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan inovasi serupa dalam pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan hidup.

Dengan langkah sederhana, sekolah dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus membentuk generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan. (BEM/r)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI