BerandaLingkunganAksi Dropping Point Sampah di Tabanan Disambut Warga, Jadi Solusi Kebingungan Pilah...

Aksi Dropping Point Sampah di Tabanan Disambut Warga, Jadi Solusi Kebingungan Pilah Sampah

Tabanan, Balienews.com – Kolaborasi lembaga Patradesa, Komunitas Tabanan Lovers, dan TPS3R Sadu Kencana menggelar aksi dropping point atau titik pengumpulan sampah anorganik di wilayah Kota Tabanan selama tiga hari mulai Jumat (15/5/2026).

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai menjadi solusi atas kebingungan warga terkait pengelolaan sampah pilahan setelah diterapkannya kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Kegiatan perdana berlangsung di Jalan Dharmawangsa, tepat di sebelah timur Kantor Bupati Tabanan, pada Jumat pagi pukul 08.00 hingga 10.00 Wita. Warga datang membawa sampah anorganik yang telah dipilah untuk disetor ke titik pengumpulan sementara sebelum dibawa ke TPS3R Sadu Kencana di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan.

Perwakilan Patradesa, Agus Sumberdana, mengatakan kegiatan tersebut awalnya muncul secara spontan dan baru disosialisasikan sehari sebelum pelaksanaan. Meski demikian, antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi.

“Walaupun sosialisasi baru dilakukan H-1, respons masyarakat sangat positif. Ada belasan warga yang datang membawa sampah mereka,” ujarnya.

Kumpulkan Puluhan Kilogram Sampah

Selama dua jam pelaksanaan di hari pertama, panitia berhasil mengumpulkan 36,15 kilogram sampah anorganik, 13,75 kilogram residu, 3,75 kilogram sampah organik, serta 0,75 kilogram sampah B3 atau medis.

Agus menjelaskan, kegiatan ini difokuskan untuk menerima sampah anorganik dari masyarakat. Namun di lapangan masih ditemukan warga yang belum memahami perbedaan antara sampah anorganik dan residu.

Karena itu, selain menerima dan menimbang sampah, panitia juga memberikan edukasi langsung mengenai pemilahan sampah kepada masyarakat.

“Masih ada warga yang bingung membedakan sampah residu dan anorganik. Jadi saat mereka setor sampah, kami sekalian memberikan edukasi dan sosialisasi,” jelasnya.

Digelar Tiga Hari di Lokasi Berbeda

Aksi dropping point sampah di Tabanan ini digelar di tiga titik berbeda. Hari kedua pada Sabtu (16/5/2026) berlangsung di Jalan Parkit atau pintu selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya. Sedangkan hari ketiga pada Minggu (17/5/2026) dilaksanakan di sekitar Lapangan Alit Saputra atau Lapangan Dangin Carik.

Menurut Agus, kegiatan sementara masih difokuskan di kawasan Kota Tabanan. Namun ke depan, pihaknya berencana menggelar road show ke wilayah lain apabila hasil evaluasi program menunjukkan dampak positif.

Dinilai Jadi Solusi Pengelolaan Sampah

Agus menilai program dropping point ini menjadi solusi sementara atas kebingungan masyarakat setelah terbitnya Surat Edaran Bupati Tabanan tentang pengelolaan sampah berbasis sumber.

Menurutnya, banyak warga sudah mulai memilah sampah di rumah, namun belum mengetahui lokasi penyaluran sampah anorganik yang tepat.

“Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan, tetapi harus dibarengi solusi. Semoga konsep dropping point ini bisa ditiru pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup,” tegasnya.

Warga Harap Program Berlanjut

Salah seorang warga Banjar Taman Sari, Tabanan, Khusnul Arif, mengaku mengetahui program tersebut melalui grup WhatsApp Posyandu. Ia menilai program pengumpulan sampah anorganik ini sangat membantu masyarakat.

“Tanggapan saya sangat baik karena masih banyak warga belum paham pemilahan sampah dan mau dibawa ke mana sampah anorganik mereka. Harapannya program ini bisa berkelanjutan,” katanya.

Program dropping point sampah di Tabanan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber di Bali. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI