BerandaBeritaDaerahKasus PMS di Karangasem Masih Tinggi, Seks Tidak Aman Jadi Pemicu Utama

Kasus PMS di Karangasem Masih Tinggi, Seks Tidak Aman Jadi Pemicu Utama

Amlapura, Balienews.com – Kasus penyakit menular seksual (PMS) atau infeksi menular seksual (IMS) di Kabupaten Karangasem, Bali, masih tergolong tinggi. Tenaga kesehatan menyebut perilaku seksual berisiko seperti tidak menggunakan alat pelindung saat berhubungan intim, berganti-ganti pasangan, hingga rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi penyebab utama meningkatnya kasus tersebut.

Direktur RSUD Karangasem, dr I Putu Angga Wirayogi, mengatakan data rumah sakit menunjukkan jumlah pasien PMS di Karangasem masih cukup tinggi hingga saat ini.

“Kasus penyakit kelamin di Karangasem masih cukup tinggi berdasarkan data di RSUD Karangasem,” ujar Putu Angga di Amlapura, Kamis (14/5/2026).

Banyak Pasien Datang Saat Kondisi Sudah Parah

Menurut Putu Angga, sebagian besar pasien baru datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala yang cukup serius. Kondisi tersebut membuat penanganan menjadi lebih sulit karena penyakit sudah berkembang lebih lanjut.

Ia menilai minimnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi turut memicu tingginya kasus PMS di masyarakat. Banyak warga masih menganggap pemeriksaan kesehatan reproduksi sebagai hal tabu sehingga enggan melakukan deteksi dini.

Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab untuk mencegah penularan penyakit. Penggunaan alat pelindung saat berhubungan intim, tidak berganti pasangan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Selain itu, ia meminta masyarakat tidak memberikan stigma terhadap penderita PMS agar pasien bersedia menjalani pengobatan hingga tuntas.

Hubungan Seksual Tidak Aman Jadi Penyebab Utama

Dokter spesialis kulit dan kelamin RSUD Karangasem, dr I Gusti Ayu Made Sri Widyastuti SpDVE, juga membenarkan tingginya jumlah pasien PMS yang ditangani di Karangasem.

“Pasien yang saya tangani cukup banyak dan jenis penyakitnya beragam,” katanya.

Menurut Sri Widyastuti, salah satu penyebab utama penularan PMS adalah hubungan seksual tidak aman, terutama tidak menggunakan kondom saat berhubungan dengan pasangan yang bukan pasangan tetap.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak berganti-ganti pasangan dan selalu menggunakan alat pelindung untuk menekan risiko penularan penyakit.

“Penyakit kelamin bisa disembuhkan, tergantung jenis penyakitnya,” ujarnya.

Kenali Jenis dan Gejala PMS

IMS merupakan penyakit yang dapat menular melalui hubungan intim, baik vaginal, anal, maupun oral. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit.

Beberapa jenis IMS yang umum ditemukan di antaranya sifilis, gonore, dan klamidia akibat infeksi bakteri. Sementara HIV, HPV, dan herpes disebabkan oleh virus.

Gejala yang muncul dapat berupa rasa gatal, nyeri pada organ reproduksi, hingga keputihan tidak normal. Tenaga medis mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala tersebut agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Masyarakat juga diharapkan lebih terbuka terhadap edukasi kesehatan reproduksi untuk menekan angka penularan PMS di Karangasem. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI