Gianyar, Balienews.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gianyar terus memperkuat budaya literasi melalui program perpustakaan keliling yang rutin menyasar sekolah-sekolah di wilayah Gianyar. Program jemput bola ini dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa, memperluas akses bahan bacaan, sekaligus membangun keberanian anak dalam menyampaikan ide dan gagasan setelah membaca.
Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah sekolah di Kabupaten Gianyar, termasuk di SDN 8 Mas, Ubud, Kamis (14/5/2026). Melalui layanan ini, siswa tidak hanya membaca buku, tetapi juga diajak membuat resensi dan mempresentasikan hasil bacaan di depan teman-temannya.
Perpustakaan Keliling Bangun Minat Baca Siswa
Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gianyar, I Nyoman Bidi Sastra Sedana, mengatakan perpustakaan keliling menjadi salah satu strategi untuk menanamkan budaya membaca sejak usia dini.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menghadirkan akses buku bagi siswa, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan berpikir kritis anak-anak.
“Perpustakaan keliling bukan hanya memberikan akses bacaan kepada siswa, tetapi juga membangun keberanian mereka menyampaikan ide dan pemahaman setelah membaca buku,” ujar Bidi Sastra di sela kegiatan perpustakaan keliling di SDN 8 Mas, Ubud.
Program literasi ini dikemas secara interaktif agar siswa lebih tertarik membaca dan aktif berdiskusi setelah memahami isi buku yang dibaca.
Seluruh Desa di Gianyar Sudah Miliki Perpustakaan
Selain layanan perpustakaan keliling, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gianyar juga mengelola Perpustakaan Umum Daerah Nawaksara serta melakukan pendampingan dan monitoring perpustakaan desa dan kelurahan.
Bidi Sastra menjelaskan, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Gianyar kini telah memiliki perpustakaan dengan koleksi minimal 1.000 judul buku.
Keberadaan perpustakaan desa dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas akses literasi masyarakat hingga ke tingkat desa dan banjar.
Pemkab Gianyar Siapkan Dana Rp150 Juta untuk Perpustakaan Desa
Pemerintah Kabupaten Gianyar juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan literasi masyarakat. Pada 2026, setiap perpustakaan desa akan memperoleh alokasi dana sebesar Rp150 juta melalui dana bagi hasil pajak.
Program tersebut diinisiasi Bupati Gianyar melalui Sekretaris Daerah sebagai upaya memperkuat fungsi perpustakaan menjadi ruang inklusif bagi masyarakat.
Menurut Bidi Sastra, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar tempat membaca buku, tetapi berkembang menjadi pusat informasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Perpustakaan kini bukan sekadar tempat menyediakan bahan bacaan, tetapi menjadi ruang informasi dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Literasi Jadi Fondasi Peningkatan SDM
Penguatan budaya literasi di Gianyar diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah hingga masyarakat umum. Program perpustakaan keliling juga menjadi langkah nyata mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat secara langsung.
Masyarakat diharapkan ikut mendukung budaya membaca dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang tersedia di desa maupun sekolah. (BEM)




