Tabanan, Balienews.com – Ratusan pedagang Pasar Senggol di Jalan Gajah Mada, Kabupaten Tabanan, Bali, sepakat direlokasi sementara ke areal selatan Gedung Kesenian I Ketut Mario mulai Juni 2026. Relokasi dilakukan seiring dimulainya proyek penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.
Kesepakatan tersebut muncul dalam sosialisasi yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, Kamis (14/5/2026). Kegiatan itu dihadiri pedagang Pasar Senggol, pengelola pasar, dan krama desa adat setempat.
Relokasi Bertahap hingga ke Terminal Pesiapan
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana, mengatakan relokasi akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai pada Juni 2026 dengan pemindahan pedagang ke areal Gedung Kesenian I Ketut Mario sebagai lokasi sementara.
Setelah proyek revitalisasi selesai, seluruh pedagang nantinya dipindahkan secara permanen ke Terminal Pesiapan di Dauh Pala.
“Relokasi sementara dimulai Juni di areal Gedung Mario. Sedangkan pemindahan ke Terminal Pesiapan direncanakan akhir Desember 2026,” ujar Partana.
Ia menjelaskan, proyek penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan akan berjalan bersamaan dengan total anggaran mencapai Rp60 miliar.
Anggaran Rp60 Miliar untuk Penataan Kota
Menurut Partana, anggaran Rp30 miliar dialokasikan untuk penataan Jalan Gajah Mada, meliputi pavingisasi, pembangunan trotoar, hingga penataan kawasan Catur Muka. Sementara Rp30 miliar lainnya digunakan untuk revitalisasi Terminal Pesiapan.
Pemerintah Kabupaten Tabanan menargetkan pengerjaan fisik dimulai awal Juni 2026 setelah proses tender selesai. Seluruh proyek ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
“Target kami awal Juni sudah mulai pengerjaan setelah tender selesai. Proyek ini ditarget selesai akhir tahun,” katanya.
Pedagang Dukung Penataan Kawasan Kota
Salah seorang pedagang Pasar Senggol, Humaidi, menyatakan mendukung langkah pemerintah daerah dalam menata kawasan kota agar lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, relokasi permanen ke Terminal Pesiapan tidak menjadi masalah karena lokasinya masih berada di pusat kota Tabanan.
“Kami mendukung penataan ini. Harapannya kota jadi lebih tertata dan nyaman,” ujarnya.
Meski demikian, para pedagang berharap pemerintah dapat mengantisipasi kemungkinan penurunan jumlah pengunjung setelah relokasi dilakukan.
Pedagang Minta Pengawasan Pedagang Liar
Pedagang juga meminta adanya promosi dan kegiatan pendukung untuk menarik masyarakat datang ke Pasar Senggol di lokasi baru nantinya.
Selain itu, mereka khawatir munculnya pedagang liar di sepanjang Jalan Gajah Mada setelah penataan selesai dapat memengaruhi aktivitas perdagangan di Terminal Pesiapan.
Humaidi berharap Satpol PP melakukan pengawasan rutin agar kawasan Jalan Gajah Mada tetap tertib setelah relokasi pedagang berlangsung.
“Kami berharap Satpol PP bisa tegas dan rutin melakukan pengawasan agar tidak muncul pedagang liar di Jalan Gajah Mada setelah kami direlokasi,” katanya.
Untuk lokasi sementara di Gedung Kesenian I Ketut Mario, para pedagang menilai tidak ada kendala berarti karena jaraknya relatif dekat dari lokasi lama. Mereka hanya berharap penataan lapak dilakukan secara tertib agar tidak mengganggu pedagang yang sudah lebih dulu berjualan di kawasan tersebut.
Penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan diharapkan menjadi langkah strategis Pemkab Tabanan dalam menciptakan kawasan kota yang lebih tertata, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. (BEM)




