Denpasar, Balienews.com – Aktivitas wisata bahari dari Pelabuhan Sanur menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan kini dilengkapi perlindungan perjalanan instan. PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo menghadirkan layanan asuransi perjalanan bahari dengan premi mulai Rp17.500 untuk perlindungan hingga Rp250 juta bagi wisatawan domestik maupun mancanegara di Bali.
Program tersebut diperkenalkan di Denpasar, Selasa (19/5), sebagai bagian dari kolaborasi Jasindo bersama PT Mitra Kasih Perkasa (MKP). Melalui layanan di MKP Lounge Pelabuhan Sanur, wisatawan dapat membeli tiket kapal sekaligus memperoleh perlindungan asuransi hanya beberapa menit sebelum keberangkatan.
Wisata Bahari Bali Semakin Ramai, Risiko Perjalanan Ikut Meningkat
Pelabuhan Sanur dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu gerbang wisata laut tersibuk di Bali. Ribuan wisatawan setiap hari menyeberang menuju destinasi populer seperti Nusa Penida dan Nusa Lembongan untuk menikmati pantai, snorkeling, diving, hingga aktivitas laut ekstrem lainnya.
Di tengah tingginya mobilitas wisatawan, kebutuhan perlindungan perjalanan dinilai semakin penting. Tidak hanya untuk mengantisipasi kecelakaan, tetapi juga berbagai risiko lain seperti keterlambatan perjalanan, kehilangan barang pribadi, hingga kondisi darurat medis saat berwisata.
Sekretaris Jasindo, Brellian Gema, mengatakan layanan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern yang menginginkan perlindungan praktis, cepat, dan mudah diakses.
“Melalui kolaborasi ini wisatawan dapat memperoleh perlindungan perjalanan secara instan sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Premi Mulai Rp17.500, Perlindungan Hingga Rp250 Juta
Jasindo Travel Insurance menawarkan perlindungan selama 1×24 jam dengan nilai pertanggungan mencapai Rp250 juta. Skema ini dirancang khusus untuk aktivitas wisata bahari yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibanding perjalanan biasa.
Perlindungan yang diberikan mencakup biaya medis darurat, santunan kecelakaan, perlindungan aktivitas ekstrem, kompensasi penundaan perjalanan, penggantian biaya perjalanan, perlindungan pembatalan perjalanan, hingga perlindungan bagasi dan barang pribadi.
Asuransi ini juga memberikan manfaat pengurangan perjalanan atau kepulangan lebih awal apabila wisatawan menghadapi kondisi tertentu selama perjalanan.
Menurut Brellian, konsep perlindungan instan tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan asuransi agar lebih dekat dengan masyarakat dan mengikuti pola perjalanan wisata yang semakin dinamis.
Pelabuhan Sanur Dipilih Karena Jadi Titik Wisata Favorit
Pelabuhan Sanur dipilih sebagai lokasi implementasi karena menjadi salah satu pusat keberangkatan wisata laut paling padat di Bali. Jalur ini dikenal sebagai akses utama menuju kawasan wisata kepulauan di tenggara Bali yang terus mengalami peningkatan kunjungan wisatawan setiap tahun.
Kini, wisatawan tidak hanya membeli tiket kapal secara digital, tetapi juga dapat langsung memperoleh perlindungan perjalanan dalam satu ekosistem layanan terpadu.
Integrasi sistem tiket, pembayaran elektronik, dan asuransi perjalanan dinilai membuat proses keberangkatan menjadi lebih modern dan efisien.
“Dengan proses yang sederhana dan harga sangat terjangkau, wisatawan dapat langsung terlindungi bahkan sebelum menaiki kapal,” kata Brellian.
Kolaborasi Teknologi dan Asuransi Dorong Pariwisata Lebih Aman
CEO dan Co-Founder MKP, Nicholas Anggada, menilai kolaborasi antara sektor asuransi dan teknologi transportasi digital menjadi langkah penting untuk meningkatkan standar layanan wisata bahari di Indonesia.
Menurutnya, wisatawan kini tidak hanya mencari perjalanan yang cepat dan nyaman, tetapi juga rasa aman selama menikmati destinasi wisata.
Melalui layanan MKP Lounge, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih premium, modern, dan terpercaya dengan tetap mengutamakan perlindungan konsumen.
“Keamanan dan kenyamanan penumpang harus berjalan beriringan dalam membangun ekosistem pariwisata bahari yang lebih baik di Indonesia,” ujarnya.
Wisata Aman Jadi Tren Baru Pariwisata Bali
Kehadiran asuransi perjalanan instan di Pelabuhan Sanur menunjukkan bahwa sektor pariwisata Bali mulai bergerak menuju layanan wisata yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada keamanan wisatawan.
Di tengah meningkatnya tren wisata bahari dan aktivitas outdoor, perlindungan perjalanan kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari pengalaman liburan yang aman dan nyaman.
Wisatawan yang berencana menuju Nusa Penida atau Nusa Lembongan pun kini memiliki opsi perlindungan tambahan sebelum memulai perjalanan laut mereka. (BEM)




