Tabanan, Balienews.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau Bunda Rai, memberikan dukungan langsung kepada kontingen Kabupaten Tabanan yang mengikuti Lomba Paduan Suara dalam rangka Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali 2026 di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Kamis (2/7/2026).
Kehadiran Bunda Rai menjadi bentuk komitmen TP PKK Kabupaten Tabanan dalam mendorong generasi muda mengembangkan bakat seni sekaligus melestarikan budaya Bali melalui musik paduan suara.
Tabanan Diwakili SMA Negeri 1 Tabanan
Lomba dibuka oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dan diikuti perwakilan dari sembilan kabupaten/kota di Bali.
Kabupaten Tabanan diwakili SMA Negeri 1 Tabanan yang tampil membawakan tiga lagu, yaitu Mars PKK, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dan lagu daerah Bali Don Dap Dape. Penampilan tersebut menguji kemampuan vokal, kekompakan, serta penghayatan terhadap nilai-nilai budaya Bali.
Paduan Suara Perkuat Kebersamaan dan Budaya
Dalam sambutannya, Ny. Putri Suastini Koster menegaskan bahwa paduan suara bukan sekadar menyatukan suara, tetapi juga membangun harmoni, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya Bali.
Bunda Rai turut mengapresiasi dedikasi dan semangat para pelajar Tabanan yang telah menunjukkan disiplin, kerja sama, serta penampilan terbaik selama perlombaan.
“Saya mengapresiasi semangat, kekompakan, dan penampilan luar biasa yang telah ditunjukkan adik-adik perwakilan Kabupaten Tabanan. Teruslah berkarya, berlatih, dan mencintai seni budaya daerah agar warisan budaya Bali tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.
Komitmen TP PKK Tabanan
Bunda Rai menegaskan TP PKK Kabupaten Tabanan akan terus bersinergi dengan program TP PKK Provinsi Bali, termasuk mendukung berbagai kegiatan HKG PKK 2026.
Ia berharap keikutsertaan generasi muda dalam ajang ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan bakat di bidang seni musik dan paduan suara, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya Bali.
Partisipasi aktif generasi muda di berbagai kegiatan seni diharapkan mampu menjaga warisan budaya Bali tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang. (BEM/Pro)



