Denpasar, Balienews.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 untuk jenjang SMA dan SMK di seluruh Bali berlangsung sesuai ketentuan. Hingga hari kedua pelaksanaan, Selasa (14/7/2026), belum ditemukan laporan mengenai kekerasan fisik, kekerasan seksual, maupun praktik perpeloncoan di lingkungan sekolah.
Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menyampaikan hal tersebut saat melakukan pemantauan pelaksanaan MPLS di SMAN 4 Denpasar. Ia menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan telah diingatkan untuk menjalankan MPLS secara edukatif, aman, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Disdikpora Bali Pastikan MPLS Sesuai Aturan
Menurut Wesnawa, konsep MPLS Ramah tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter siswa melalui nilai-nilai etika, disiplin, serta budaya Bali.
Selama kegiatan berlangsung, peserta didik baru mendapatkan pembekalan mengenai kedisiplinan, penghormatan kepada guru dan orang tua, kepedulian terhadap lingkungan, hingga penguatan nilai-nilai moral sebagai bekal mengikuti proses pembelajaran.
Ia juga menegaskan bahwa hingga hari kedua pelaksanaan MPLS, Disdikpora Bali belum menerima laporan terkait tindakan perpeloncoan maupun bentuk kekerasan lainnya.
“Seluruh satuan pendidikan di Bali diharapkan menjaga citra dunia pendidikan melalui pelaksanaan MPLS yang ramah, edukatif, dan berkarakter,” tegasnya.
SMAN 4 Denpasar Ikuti Juknis MPLS Ramah
Sementara itu, Kepala SMAN 4 Denpasar, I Made Sudana, mengatakan MPLS tahun ini diikuti oleh 424 peserta didik baru. Jumlah tersebut berasal dari total 428 siswa yang diterima, setelah empat calon siswa memutuskan mengundurkan diri.
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, para siswa akan mengikuti berbagai kegiatan yang mengacu pada petunjuk teknis MPLS Ramah. Materi yang diberikan meliputi pengenalan budaya sekolah, tata tertib dan disiplin, kurikulum, organisasi kesiswaan, sarana dan prasarana, hingga program pembelajaran.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah secara menyenangkan tanpa adanya unsur intimidasi ataupun perpeloncoan.
Bangun Karakter Sejak Hari Pertama
Melalui penerapan MPLS Ramah, Pemerintah Provinsi Bali berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman sekaligus membangun karakter yang kuat sejak awal memasuki dunia pendidikan.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, serta berlandaskan nilai disiplin, etika, dan budaya Bali.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran selama pelaksanaan MPLS agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak sekolah maupun Disdikpora Bali. (BEM)



