Balienews.com — Federal Aviation Administration (FAA) merekrut lebih dari 2.000 gamer untuk dilatih menjadi pengendali lalu lintas udara atau air traffic controller di Amerika Serikat. Program yang didorong Menteri Transportasi AS Sean Duffy itu disebut telah memenuhi sekitar 94 persen target perekrutan FAA.
Menurut laporan CBS News, Duffy menyebut strategi merekrut gamer sebagai sebuah “game changer” bagi FAA. Selain lebih dari 2.000 gamer yang telah direkrut untuk menjalani pelatihan, lebih dari 2.000 kandidat lainnya masih berada dalam proses perekrutan.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengatasi kekurangan pengendali lalu lintas udara yang berpotensi menyebabkan peningkatan keterlambatan maupun pembatalan penerbangan.
Mengapa FAA Merekrut Gamer?
Duffy sebelumnya mengumumkan inisiatif perekrutan gamer pada April. Menurut dia, FAA perlu memperluas jangkauan perekrutan karena profesi pengendali lalu lintas udara membutuhkan kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui pendidikan perguruan tinggi.
Duffy mengatakan sejumlah aktivitas yang dilakukan gamer memiliki kemiripan dengan tugas pengendali lalu lintas udara, terutama dalam mengatur pergerakan berbagai objek secara cepat dan bersamaan.
Kemampuan tersebut antara lain berpikir cepat, mempertahankan fokus, mengambil keputusan dalam situasi dinamis, serta memproses banyak informasi secara bersamaan.
Setiap hari, pengendali lalu lintas udara di Amerika Serikat membantu mengarahkan lebih dari 80.000 penerbangan menuju tujuan masing-masing.
Banyak Pengendali Tidak Berasal dari Jalur Kuliah Tradisional
Menurut Departemen Transportasi AS, hanya sekitar 25 persen pengendali lalu lintas udara yang memiliki gelar perguruan tinggi tradisional.
Pengalaman para mantan pengendali lalu lintas udara juga menunjukkan bahwa bermain gim dapat melatih sejumlah kemampuan yang relevan dengan pekerjaan tersebut.
Meski demikian, menjadi gamer bukan berarti seseorang otomatis dapat menjadi pengendali lalu lintas udara. Calon peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan melewati proses seleksi ketat yang ditetapkan FAA.
Gaji Pengendali Lalu Lintas Udara Bisa Capai Rp2 Miliar Lebih
Profesi pengendali lalu lintas udara juga menawarkan tingkat penghasilan yang relatif tinggi.
Berdasarkan data federal Amerika Serikat pada 2024, median gaji tahunan pengendali lalu lintas udara mencapai US$144.580. Jika dikonversikan dengan kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS, angka tersebut setara lebih dari Rp2,3 miliar per tahun.
Namun, penghasilan sangat bergantung pada pengalaman dan lokasi penempatan. Pengendali yang masih minim pengalaman dan bekerja di bandara berukuran lebih kecil rata-rata memperoleh penghasilan mendekati US$60.000 per tahun.
AS Menghadapi Kekurangan Pengendali Udara
Kebutuhan terhadap tenaga baru semakin mendesak karena Amerika Serikat tengah menghadapi kekurangan pengendali lalu lintas udara.
Laporan Government Accountability Office (GAO) pada Desember memperingatkan bahwa kekurangan tersebut dapat berdampak terhadap operasional penerbangan, termasuk meningkatkan risiko keterlambatan dan pembatalan penerbangan.
Kondisi tersebut juga sempat diperburuk oleh penutupan pemerintahan pada akhir tahun lalu. Para pengendali lalu lintas udara yang dikategorikan sebagai pekerja esensial tetap diwajibkan bekerja meski tidak menerima gaji selama periode tersebut.
Syarat Menjadi Pengendali Lalu Lintas Udara FAA
Calon pengendali lalu lintas udara harus melewati proses seleksi sebelum dapat mengikuti pelatihan di FAA Air Traffic Controller Academy di Oklahoma City, Oklahoma.
Salah satu persyaratan utama adalah calon harus merupakan warga negara Amerika Serikat dan berusia di bawah 31 tahun. Pelamar juga wajib lulus tes pra-kerja pengendali lalu lintas udara yang diselenggarakan FAA.
Selain itu, calon peserta harus mengikuti ujian yang dirancang untuk mengukur kemampuan atau bakat seseorang dalam menjalankan pekerjaan sebagai pengendali lalu lintas udara.
FAA biasanya memberi tahu hasil ujian tersebut dalam waktu sekitar satu minggu.
Secara historis, kurang dari 10 persen pelamar berhasil memenuhi persyaratan FAA untuk bekerja sebagai pengendali lalu lintas udara sekaligus diterima dalam program pelatihan.
Gamer Jadi Target Baru Perekrutan
Perekrutan gamer menunjukkan bahwa FAA kini melihat kemampuan praktis dan kognitif sebagai salah satu aspek penting dalam mencari calon pengendali lalu lintas udara.
Namun, kemampuan bermain gim hanyalah salah satu latar belakang yang dapat menjadi nilai tambah. Kandidat tetap harus memenuhi seluruh persyaratan, lulus seleksi, dan menjalani pelatihan sebelum dapat menjalankan tugas secara profesional.
Langkah FAA ini menjadi gambaran bagaimana industri penerbangan mulai mencari sumber talenta baru untuk mengatasi kebutuhan tenaga kerja di tengah meningkatnya tuntutan terhadap keselamatan dan kelancaran lalu lintas udara. (BEM)



