BerandaBeritaDaerahGowes Sambil Pantau Wajah Baru Kota Singasana, Proyek Tugu Capai 30 Persen

Gowes Sambil Pantau Wajah Baru Kota Singasana, Proyek Tugu Capai 30 Persen

Tabanan, Balienews.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan meninjau perkembangan sejumlah proyek penataan kawasan perkotaan melalui kegiatan bersepeda (gowes), Jumat (4/9). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan ruang publik di kawasan Kota Singasana berjalan sesuai rencana sekaligus memperkuat identitas dan wajah baru perkotaan Tabanan.

Gowes Menyusuri Sejumlah Ruang Publik

Kegiatan gowes dimulai dari Kantor Bupati Tabanan. Rombongan kemudian menyusuri sejumlah ruas jalan, mulai dari Jalan Gajah Mada hingga kawasan Taman Bung Karno, Lapangan Alit Saputra dan Taman Perjuangan Singasana sebelum kembali ke titik awal.

Sanjaya didampingi Sekretaris Daerah Tabanan, para asisten serta pimpinan perangkat daerah terkait. Selain berolahraga, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk melihat secara langsung progres berbagai proyek penataan kawasan.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan Taman Tugu Singasana di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Tabanan seluas sekitar 10 are.

Tugu Singasana Angkat Sejarah Tabanan

Taman Tugu Singasana dirancang bukan sekadar sebagai penanda kawasan. Bangunan tersebut juga akan menjadi ruang publik yang mengangkat sejarah dan perjalanan Kabupaten Tabanan.

Sanjaya menjelaskan, Tugu Singasana akan memiliki tiga ruang yang masing-masing menyampaikan narasi berbeda mengenai perjalanan Tabanan.

Ruang pertama menggambarkan Tabanan pada masa lalu. Ruang kedua merepresentasikan kondisi Tabanan saat ini, sedangkan ruang ketiga membawa pesan mengenai visi pembangunan Tabanan hingga 100 tahun mendatang.

“Kita bangun Singasana ini untuk masyarakat Tabanan. Di dalam Tugu Singasana ini ada tiga ruang yang menceritakan Tabanan masa lalu, masa kini dan bagaimana visi misi Tabanan 100 tahun ke depan,” ujar Sanjaya.

Sarat Filosofi dan Simbol Identitas Tabanan

Selain mengangkat sejarah, desain Tugu Singasana juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan arah pembangunan Tabanan.

Tiga tingkatan bangunan masing-masing memiliki ketinggian 10 meter. Ketiganya merepresentasikan konsep Aman, Unggul dan Madani.

Dengan demikian, total ketinggian bangunan mencapai 30 meter. Bagian atas kemudian ditambah satu meter sebagai simbol hubungan dengan alam semesta.

Angka tersebut menjadi 31 yang kemudian dimaknai melalui konsep 3+1 menjadi angka empat. Angka empat tersebut menjadi simbol Singasana atau kursi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Berdiri di Kawasan yang Memiliki Nilai Sejarah

Sanjaya menyebut lokasi pembangunan Tugu Singasana memiliki nilai sejarah penting. Kawasan tersebut berkaitan dengan keberadaan Tangsi yang pada masa lalu digunakan sebagai gudang senjata Belanda.

Lokasi itu juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah perjuangan masyarakat Bali melawan penjajahan.

“Di tempat yang sangat bersejarah ini kita bangun tugu untuk mengenang Tabanan masa lalu yang sangat heroik, Tabanan masa kini yang sangat subur dengan wilayah agraris dan bagaimana anak-anak kita menuju ke depan,” kata Sanjaya.

Hingga peninjauan dilakukan, progres pembangunan Taman Tugu Singasana telah mencapai sekitar 30 persen.

Sanjaya menegaskan pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana serta tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Relief Taman Perjuangan Target Rampung Oktober

Selain Tugu Singasana, Pemkab Tabanan juga meninjau sejumlah proyek penataan kawasan lainnya, di antaranya Patung Catur Muka, Lapangan Alit Saputra, Taman Bunda PAUD dan Taman Perjuangan Singasana.

Pembuat relief Taman Perjuangan Singasana, Wayan Endra, mengatakan relief yang tengah dikerjakan mengangkat kisah perjuangan rakyat Bali melawan Belanda.

Narasi perjuangan tersebut disusun mulai dari kawasan pesisir hingga Margarana. Pengerjaan relief ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

Taman Bunda PAUD Capai 11 Persen

Sementara itu, penataan Taman Bunda PAUD yang berada di kawasan Lapangan Alit Saputra dan dikerjakan CV Ari Mustika telah mencapai sekitar 11 persen.

Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember mendatang.

Penataan berbagai kawasan tersebut diharapkan tidak hanya mempercantik wajah Kota Singasana, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan edukasi.

Lebih dari itu, keberadaan berbagai ruang publik tersebut diharapkan menjadi bagian dari identitas Kota Singasana serta memberikan ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat Tabanan. (BEM/Pro)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI