Balienews.com – Uban sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang mulai memasuki usia lanjut. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Rambut berwarna putih atau abu-abu juga dapat muncul pada usia muda akibat faktor genetik, kondisi kesehatan, kekurangan nutrisi, kebiasaan merokok, hingga efek obat-obatan tertentu.
Perubahan warna rambut berkaitan erat dengan melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna pada rambut. Ketika produksi melanin di folikel rambut berkurang, rambut yang tumbuh baru dapat berubah menjadi abu-abu, perak, hingga putih.
Lantas, mengapa uban bisa muncul lebih cepat pada sebagian orang?
Melanin Menentukan Warna Rambut
Menurut Alodokter, warna rambut manusia dipengaruhi oleh dua jenis melanin, yaitu eumelanin dan pheomelanin. Rambut cenderung berwarna lebih gelap ketika produksi eumelanin lebih dominan.
Sebaliknya, semakin sedikit melanin yang diproduksi oleh folikel rambut, semakin terang warna rambut yang tumbuh. Proses inilah yang pada akhirnya membuat rambut terlihat abu-abu atau putih.
1. Bertambahnya Usia
Penuaan merupakan penyebab uban yang paling umum.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memproduksi melanin dapat menurun. Kerusakan sel yang berkaitan dengan proses penuaan juga diduga berperan dalam berkurangnya produksi pigmen rambut.
Karena itu, kemunculan uban secara bertahap pada usia dewasa merupakan bagian dari proses alami.
2. Faktor Genetik
Pernah melihat seseorang yang sudah memiliki banyak uban meski usianya masih relatif muda?
Bisa jadi faktor keturunan berperan.
Kemunculan uban lebih dini dapat berkaitan dengan faktor genetik. Jika orang tua mengalami uban pada usia muda, kemungkinan anak mengalami kondisi serupa juga dapat meningkat.
Artinya, tidak semua uban yang muncul lebih awal menandakan adanya penyakit tertentu.
3. Vitiligo Bisa Membuat Rambut Kehilangan Pigmen
Uban juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, salah satunya vitiligo.
Vitiligo merupakan kondisi ketika bagian tertentu pada kulit kehilangan pigmen. Pada beberapa kasus, kehilangan pigmen juga dapat terjadi pada rambut sehingga rambut di area tersebut tampak memutih.
4. Gangguan Hormon Tiroid
Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Ketika fungsi tiroid terganggu, berbagai proses dalam tubuh dapat ikut terpengaruh.
Gangguan tiroid, baik ketika kelenjar terlalu aktif maupun kurang aktif, diduga dapat berkaitan dengan perubahan produksi melanin. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat membuat rambut mengalami perubahan warna.
Karena itu, uban yang muncul bersama keluhan kesehatan lain sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masalah kosmetik semata.
5. Kekurangan Nutrisi
Rambut membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dengan baik. Kekurangan nutrisi tertentu dapat membuat rambut menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah mengalami berbagai masalah.
Salah satu nutrisi yang sering dikaitkan dengan kesehatan rambut adalah vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dapat mengganggu fungsi sel dan dalam kondisi tertentu berkaitan dengan perubahan pigmentasi rambut.
Sumber vitamin B12 antara lain ikan, daging, dan beberapa produk hewani lainnya. Namun, pemenuhan nutrisi sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan masing-masing.
6. Kebiasaan Merokok
Merokok bukan hanya berdampak pada paru-paru dan jantung. Kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kesehatan rambut.
Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara kebiasaan merokok dan munculnya uban pada usia lebih muda.
Rokok dapat memengaruhi pembuluh darah sehingga aliran darah ke berbagai jaringan tubuh terganggu. Paparan berbagai zat kimia dalam rokok juga dapat berdampak buruk terhadap sel dan jaringan, termasuk folikel rambut.
Dengan kata lain, menjaga kesehatan rambut juga menjadi salah satu alasan tambahan untuk menghindari rokok.
7. Efek Samping Obat Tertentu
Perubahan warna rambut juga dapat terjadi sebagai efek dari pengobatan tertentu.
Pasien yang menjalani kemoterapi atau menggunakan obat tertentu untuk menangani penyakit, termasuk malaria, dapat mengalami perubahan pada rambut. Beberapa kandungan obat dapat memengaruhi proses pembentukan melanin sehingga rambut yang tumbuh berubah warna.
Namun, efek tersebut sangat bergantung pada jenis obat, kondisi pasien, dan respons tubuh terhadap pengobatan.
Benarkah Stres Bisa Menyebabkan Uban?
Stres sering disebut sebagai salah satu penyebab rambut cepat beruban. Anggapan ini memang cukup populer, tetapi hubungan antara stres dan munculnya uban dini masih terus dipelajari.
Dengan demikian, tidak tepat jika setiap uban yang muncul langsung disimpulkan sebagai akibat stres.
Ada banyak faktor lain yang lebih jelas berkaitan dengan perubahan warna rambut, seperti usia dan genetika. Jika uban muncul secara tidak biasa atau disertai keluhan kesehatan lainnya, penyebabnya perlu diperiksa lebih lanjut.
Kapan Uban Bisa Disebut Terlalu Dini?
Kemunculan uban sebenarnya merupakan proses yang berbeda pada setiap orang.
Secara umum, uban mulai lebih banyak terlihat ketika seseorang memasuki usia dewasa dan terus bertambah seiring penuaan. Namun, uban yang muncul jauh lebih awal dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan, kondisi kesehatan, maupun faktor lainnya.
Karena itu, jumlah uban saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang mengalami kondisi yang tidak normal.
Apakah Uban Bisa Kembali Hitam?
Jawabannya bergantung pada penyebabnya.
Jika uban terutama disebabkan oleh faktor usia atau genetik, perubahan warna rambut umumnya merupakan proses alami dan tidak mudah dikembalikan seperti semula.
Namun, jika perubahan warna berkaitan dengan kondisi kesehatan atau kekurangan nutrisi tertentu, penanganan penyebab yang mendasarinya dapat membantu memperbaiki kondisi rambut pada sebagian kasus.
Hal penting yang perlu diingat: jangan sembarangan mengonsumsi suplemen hanya karena menemukan uban. Jika dicurigai ada kekurangan nutrisi, pemeriksaan dan saran tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penyebab serta penanganan yang tepat.
Ingin Menutupi Uban? Perhatikan Kondisi Rambut
Bagi sebagian orang, uban bukan masalah kesehatan, tetapi persoalan penampilan.
Rambut beruban cenderung lebih kering sehingga penggunaan pewarna rambut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi rambut. Pilih produk yang aman dan gunakan sesuai petunjuk pemakaian.
Pewarnaan memang dapat menyamarkan uban, tetapi tidak menghilangkan penyebab munculnya rambut putih tersebut.
Jangan Abaikan Uban yang Muncul Tidak Biasa
Pada akhirnya, uban tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami penuaan lebih cepat.
Usia dan faktor genetik memang berperan besar, tetapi kondisi kesehatan, nutrisi, kebiasaan merokok, serta obat-obatan tertentu juga dapat berkaitan dengan perubahan warna rambut.
Jika uban muncul dalam jumlah banyak pada usia yang masih sangat muda, terjadi secara tiba-tiba, atau disertai gejala kesehatan lainnya, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Jadi, apakah uban yang muncul lebih awal benar-benar perlu dikhawatirkan? Tergantung penyebabnya. Yang terpenting, jangan hanya melihat uban dari sisi penampilan—kenali juga pesan kesehatan yang mungkin menyertainya. (BEM)




