BerandaEkonomiOJK Ingatkan Bank Digital Waspadai Risiko Serangan Siber

OJK Ingatkan Bank Digital Waspadai Risiko Serangan Siber

Jakarta, Balienews.comOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bank digital untuk memperkuat sistem keamanan teknologi informasi (TI) di tengah semakin luasnya koneksi dengan berbagai platform digital. Peringatan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Rabu (9/9), menyusul meningkatnya risiko serangan siber dan fraud yang dapat berasal dari pihak ketiga yang terhubung dengan sistem perbankan.

Koneksi Digital Tingkatkan Risiko Siber

Dian mengatakan, perkembangan ekosistem digital mendorong bank digital untuk terhubung dengan semakin banyak platform dan aplikasi.

Koneksi tersebut dapat melibatkan perusahaan teknologi, e-commerce, dompet digital atau e-wallet, fintech, hingga berbagai institusi lainnya.

Menurut Dian, keterhubungan itu memberikan manfaat bagi bank digital. Kolaborasi dapat mempermudah distribusi layanan, memperluas jangkauan pasar, serta mempercepat inovasi.

Namun, semakin banyak koneksi yang dibangun juga membuat risiko keamanan sistem menjadi lebih kompleks.

Baca Juga :  Komdigi: Konten AI Tanpa Label AI Tidak Etis, Bisa Menyesatkan Publik

“Dalam beberapa tahun terakhir sebagaimana kita maklumi, kita menghadapi insiden serangan siber maupun fraud di beberapa bank. Dan insiden tersebut itu tidak jarang sebetulnya bersumber dari pihak lain yang terkoneksi dengan bank,” kata Dian.

Pihak Ketiga Bisa Jadi Celah Keamanan

OJK menilai koneksi dengan berbagai platform digital dapat menjadi salah satu celah keamanan pada sistem bank digital.

Dian menjelaskan, risiko tersebut perlu mendapat perhatian serius karena platform aplikasi merupakan saluran utama bank digital dalam melayani nasabah.

“Hal ini menimbulkan risiko karena dapat menjadi celah keamanan pada platform aplikasi bank digital yang merupakan saluran utamanya dalam melayani nasabah,” ujarnya.

Ketergantungan terhadap saluran elektronik membuat bank digital harus memastikan sistem yang digunakan mampu menghadapi berbagai ancaman siber.

Termasuk di dalamnya adalah ancaman yang berasal dari pihak ketiga atau mitra yang memiliki koneksi dengan sistem bank.

Baca Juga :  OJK Siapkan Edukasi Keuangan untuk Pelajar

OJK Minta Bank Digital Perkuat Resiliensi

Karena itu, OJK meminta bank digital memiliki sistem pengamanan TI yang memadai dan mampu menjaga ketahanan operasional ketika menghadapi serangan siber.

“Oleh karena itu, bank digital perlu memiliki sistem pengamanan TI yang memadai sehingga mampu tetap resilien di tengah ancaman siber yang ada saat ini,” kata Dian.

Penguatan keamanan tidak hanya berkaitan dengan teknologi. OJK juga menilai perkembangan bank digital harus ditopang fondasi yang kuat dari sisi permodalan, tata kelola, manajemen risiko, kapasitas teknologi, serta sumber daya manusia.

Hal tersebut semakin penting karena perkembangan teknologi berlangsung cepat dan membuat bank digital semakin bergantung pada infrastruktur serta berbagai layanan teknologi.

Bank Digital Diminta Antisipasi Risiko AI hingga Quantum Computing

Selain memperkuat sistem keamanan saat ini, bank digital juga perlu mencermati perkembangan teknologi baru.

Baca Juga :  Transaksi Kripto Januari 2026 Turun 10,53%, OJK Catat Nilai Rp29,24 Triliun

Dian menyebut sejumlah teknologi yang perlu menjadi perhatian, mulai dari artificial intelligence (AI), blockchain, distributed ledger technology (DLT), hingga quantum computing.

Menurut dia, pemantauan terhadap teknologi baru bukan hanya untuk melihat peluang pemanfaatannya dalam industri perbankan.

Langkah tersebut juga diperlukan untuk mengantisipasi risiko yang dapat muncul akibat penyalahgunaan teknologi.

“Hal ini bukan semata-mata untuk menilai potensi kebermanfaatannya bagi bank, namun juga sebagai langkah antisipasi atas risiko yang timbul dari penyalahgunaannya,” tegas Dian.

Dengan semakin terintegrasinya layanan perbankan dalam ekosistem digital, penguatan keamanan siber menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dan keamanan nasabah.

Bagi bank digital, inovasi perlu berjalan seiring dengan penguatan keamanan, tata kelola, dan manajemen risiko agar transformasi digital tetap aman dan berkelanjutan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI