Denpasar, Balienews.com – Upaya penguatan pendidikan karakter anak usia dini kembali digencarkan melalui pembekalan buku “7 Gerakan + 3 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sabtu (21/2/2026), di Balai Diklat Provinsi Bali, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.
Kegiatan ini dipimpin Ketua Koordinator Pengawas Sekolah Kecamatan Denpasar Timur (Dentim) sekaligus Ketua Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Dentim, Ida Ayu Cintiya Nurina, sebagai bagian dari strategi memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini di Bali.
Program ini bertujuan membangun kebiasaan positif anak melalui panduan praktis bagi guru, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kesadaran lingkungan sejak dini.
Buku Panduan Pendidikan Karakter Anak
Menurut Ida Ayu Cintiya Nurina, buku tersebut memuat panduan implementasi tujuh gerakan dan tiga kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
“Buku ini berisi bagaimana kita menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang bisa dilakukan di sekolah, yakni penanaman nilai-nilai karakter secara konsisten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, buku ini dirancang sebagai referensi praktis bagi guru PAUD untuk membangun karakter anak melalui pembiasaan sehari-hari, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, hingga semangat gotong royong.
Sebagai Ketua Perempuan PGRI Bali, Dayu Cintiya menegaskan pendidikan karakter tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dibentuk melalui gerakan yang terstruktur dan berkesinambungan.
Workshop Kreatif: Dari Sampah Jadi Bernilai
Selain peluncuran buku, kegiatan juga dirangkaikan dengan workshop kreatif menggunakan magic clay atau plastiroc.
Dalam sesi ini, anak-anak diajak memanfaatkan bahan bekas seperti botol plastik dan limbah rumah tangga lainnya, lalu mengombinasikannya dengan plastiroc untuk menghasilkan produk bernilai guna.
“Anak-anak bisa membuat vas bunga, gantungan kunci, hiasan, dan berbagai kerajinan lain yang berpotensi memiliki nilai jual. Dari sampah menjadi barang yang bermanfaat,” jelasnya.
Pendekatan ini tidak hanya melatih kreativitas dan keterampilan motorik, tetapi juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Pendidikan Karakter dan Jiwa Wirausaha
Ida Ayu Cintiya menekankan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan kepribadian, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan anak.
Melalui peluncuran buku “7 Gerakan + 3 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, pihaknya berharap gerakan ini dapat diadopsi lebih luas oleh satuan pendidikan di Bali, bahkan secara nasional.
Penguatan pendidikan karakter PAUD dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berintegritas.
Komitmen Penguatan Karakter Sejak Dini
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Bali.
Dukungan dari guru, orang tua, dan pemangku kebijakan diharapkan mampu memperluas implementasi gerakan ini demi masa depan generasi Indonesia yang lebih tangguh. (BEM)




