back to top
Jumat, Februari 13, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahKoster Minta Kepastian Kelanjutan Tol Gilimanuk–Mengwi

Koster Minta Kepastian Kelanjutan Tol Gilimanuk–Mengwi

Denpasar, Balienews.com – Gubernur Bali Wayan Koster meminta kepastian keberlanjutan pembangunan Tol Gilimanuk–Mengwi sepanjang 96,84 kilometer saat bertemu Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kamis (di Jakarta).

Permintaan ini disampaikan guna mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurai kemacetan di Bali, khususnya di jalur logistik dan kawasan barat hingga selatan Pulau Dewata.

Pertemuan tersebut membahas dukungan pemerintah pusat terhadap sejumlah proyek infrastruktur prioritas Bali, mulai dari jalan tol, pelabuhan, hingga digitalisasi.

Koster menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Bali yang pada 2025 tercatat 5,82 persen.

Tol Gilimanuk–Mengwi Dinilai Mendesak

Dalam pertemuan itu, Koster menekankan pentingnya kepastian kelanjutan proyek Tol Gilimanuk–Mengwi.

“Kami butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan,” tegasnya.

Baca Juga :  Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Dihapus dari Daftar PSN, Gubernur Bali Siapkan Plan B

Tol sepanjang 96,84 km tersebut dinilai strategis untuk memperlancar konektivitas dari wilayah barat Bali menuju pusat pertumbuhan ekonomi di Badung dan Denpasar. Proyek ini juga diharapkan mempercepat distribusi barang dan jasa.

Koster sebelumnya telah menemui Menteri Pekerjaan Umum untuk mendapatkan dukungan serupa. Ia berharap dorongan konkret juga datang dari Kementerian PPN/Bappenas agar proyek strategis ini segera terealisasi.

Tiga Pelabuhan Didorong Tingkatkan Kapasitas

Selain jalur darat, Pemprov Bali juga mengusulkan peningkatan kapasitas tiga pelabuhan, yakni: Pelabuhan Celukan Bawang (Buleleng), Pelabuhan Amed (Karangasem), dan Pelabuhan Kusamba (Klungkung).

Menurut Koster, penguatan tiga pelabuhan ini akan mengurangi beban kendaraan logistik di jalur darat. Selama ini, distribusi barang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih terkonsentrasi melalui jalur darat yang kerap memicu kemacetan.

Baca Juga :  Koster Ajak Warga Bali Lestarikan Kearifan Lokal Lewat Perayaan Tumpek Wariga

“Ini akan mengurai kemacetan yang biasanya terjadi akibat tingginya mobilitas angkutan logistik,” ujarnya.

Jika kendaraan logistik dapat langsung masuk melalui Celukan Bawang dan pelabuhan lainnya, arus lalu lintas di jalur selatan Bali dapat lebih terkendali.

Pertumbuhan Ekonomi Bali Menguat

Dalam paparannya, Koster menyampaikan capaian ekonomi Bali tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,82 persen, naik 0,34 persen dibandingkan 2024.

Pendapatan per kapita masyarakat Bali juga meningkat menjadi Rp72,66 juta, naik dari Rp67,32 juta pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, ia menilai penguatan infrastruktur tetap menjadi kunci pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Buleleng, Karangasem, dan Tabanan.

Bappenas Siap Percepat Dukungan Infrastruktur

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan Bali.

Baca Juga :  Gubernur Bali Dorong Pelaku Usaha Adopsi PLTS Atap untuk Energi Bersih

Menurutnya, Bali merupakan wajah Indonesia di mata dunia, sehingga infrastruktur harus terus diperkuat.

“Bukan hanya darat dan laut, udara juga, termasuk infrastruktur digitalisasi juga mesti dipercepat,” kata Pambudy.

Sebagai bentuk keseriusan, ia langsung menghubungi sejumlah menteri terkait di sela pertemuan.

Namun demikian, Pambudy juga mengingatkan agar Pemprov Bali tetap memperkuat sektor pertanian. Ia menilai sektor tersebut terbukti menjadi penyangga ekonomi Bali saat pandemi COVID-19.

Infrastruktur Jadi Kunci Pemerataan

Dengan dukungan pusat, Pemprov Bali berharap proyek Tol Gilimanuk–Mengwi dan penguatan pelabuhan dapat segera memperoleh kepastian realisasi.

Masyarakat pun menantikan langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur Bali demi kelancaran mobilitas dan pemerataan ekonomi. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI