Mangupura, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Badung mendistribusikan 677 unit tong komposter kepada masyarakat sebagai langkah memperkuat transformasi pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya di tingkat rumah tangga.
Program yang didukung dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) ini dilaksanakan di Mangupura, Rabu (11/2), sebagai respons atas kebijakan penutupan TPA Suwung dan meningkatnya tantangan sampah akibat pertumbuhan penduduk serta aktivitas pariwisata.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan distribusi tong komposter difokuskan bagi warga yang belum memungkinkan membangun teba modern di pekarangan rumahnya.
Respons Penutupan TPA Suwung
Kebijakan penutupan TPA Suwung oleh pemerintah pusat—kecuali untuk sampah spesifik seperti kiriman sampah pantai pada periode tertentu—menjadi momentum penting bagi Badung untuk melakukan reformasi sistem pengelolaan sampah.
“Di luar sampah spesifik, kami tidak lagi diizinkan membuang sampah ke TPA Suwung. Artinya, kami tidak bisa main-main lagi,” ujar Adi Arnawa.
Menurutnya, ketergantungan pada sistem pembuangan akhir sudah tidak relevan dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, gangguan kesehatan, serta menurunkan kualitas destinasi wisata di Badung.
Fokus Pengelolaan dari Hulu
Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa lagi bertumpu pada hilir. Penanganan harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Melalui program ini, masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik secara mandiri. Sampah organik diolah menggunakan tong komposter, sementara sampah anorganik dapat dipilah untuk didaur ulang.
Langkah ini sejalan dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) yang bertujuan mengurangi volume sampah, meningkatkan nilai ekonomis limbah, dan menciptakan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
Tantangan Struktural dan Pariwisata
Badung sebagai daerah tujuan wisata internasional menghadapi tantangan struktural dalam pengelolaan sampah. Pertumbuhan penduduk dan tingginya aktivitas pariwisata meningkatkan produksi sampah setiap hari.
Transformasi menuju pengelolaan berbasis sumber dinilai sebagai solusi strategis untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mempertahankan citra Badung sebagai destinasi unggulan di Bali.
Komitmen Berkelanjutan
Distribusi 677 tong komposter ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan paradigma pengelolaan sampah di Kabupaten Badung.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah. Tanpa partisipasi warga, target pengurangan sampah dan keberlanjutan lingkungan sulit tercapai.
Mari mulai memilah sampah dari rumah hari ini demi Badung yang lebih bersih dan berkelanjutan. (BEM)




