back to top
Kamis, Februari 12, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahBunda Rai Tinjau Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Denbantas, Plastik Diolah Jadi...

Bunda Rai Tinjau Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Denbantas, Plastik Diolah Jadi BBM

Singasana, Balienews.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, meninjau langsung inovasi pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, Rabu (11/2), usai mengikuti Sosialisasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu 6 SPM melalui zoom meeting di Kantor Bupati Tabanan.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat bagaimana sampah plastik diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui teknologi pirolisis serta mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah dari rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan beserta jajaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, perangkat daerah terkait, dan Perbekel Desa Denbantas.

Gerakan Kulkul PKK Dorong Bali Bersih Sampah

Sebelumnya, TP PKK Kabupaten Tabanan mengikuti Sosialisasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu 6 SPM serta edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber.

Gerakan Kulkul merupakan program unggulan TP PKK Provinsi Bali yang dilaksanakan serentak setiap Minggu pertama setiap bulan, pukul 06.00–08.00 WITA.

Baca Juga :  Rapat Persiapan HKG PKK 2026, Tabanan Fokus Lomba hingga Tingkat Provinsi

Program ini bertujuan membangkitkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menuju Bali Bersih Sampah.

Melalui simbol kulkul berbahan bambu sebagai alat komunikasi tradisional, masyarakat diberikan tanda untuk memulai kegiatan bersih-bersih halaman rumah, telajakan, hingga fasilitas umum seperti balai banjar dan tempat suci.

Inovasi Pirolisis: Sampah Plastik Jadi Bensin dan Solar

Usai sosialisasi, Bunda Rai mengunjungi inovasi pengolahan sampah plastik yang digagas komunitas Bali Harmoni dengan slogan “Mengubah Sampah Menjadi Berkah”.

Di lokasi tersebut, sampah plastik diolah menggunakan mesin pirolisis yang mampu mengubah plastik menjadi bahan bakar seperti bensin, solar, dan minyak tanah.

“Hari ini saya mengunjungi rumah tangga yang mengolah sampah dari sumbernya. Ini inovasi luar biasa, terutama untuk sampah plastik yang bisa diolah menjadi bensin, solar, dan minyak tanah. Tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan kita,” ujar Bunda Rai.

Ia berharap inovasi ini dapat ditularkan ke rumah tangga lainnya di Tabanan sebagai bagian dari solusi konkret menghadapi persoalan sampah yang semakin serius.

Baca Juga :  Rapat Persiapan HKG PKK 2026, Tabanan Fokus Lomba hingga Tingkat Provinsi

Kendala Musim Hujan dan Jenis Plastik yang Tidak Bisa Diolah

Imam Kambali, pelopor pengolahan sampah di Denbantas, menjelaskan bahwa proses pirolisis memiliki tantangan, terutama saat musim hujan.

“Kendalanya saat musim hujan, penjemuran terhambat karena kurang panas. Plastik boleh sedikit kotor, tetapi harus benar-benar kering sebelum masuk mesin,” jelasnya.

Hampir semua jenis plastik dapat diolah, kecuali: PET (Polyethylene Terephthalate) seperti botol air mineral bening, PVC (Polyvinyl Chloride), dan PC (Polycarbonate)

Plastik yang tidak dapat diolah tersebut dialihkan ke industri daur ulang untuk dicetak ulang menjadi biji plastik. Menariknya, plastik kresek yang bernilai ekonomis rendah justru bisa diolah menjadi BBM melalui teknologi ini.

Sistem Sirkular: Sampah Organik Jadi Pupuk dan Pakan Ikan

Tak hanya plastik, pengelolaan sampah di Desa Denbantas juga menerapkan sistem sirkular untuk sampah organik.

Baca Juga :  Rapat Persiapan HKG PKK 2026, Tabanan Fokus Lomba hingga Tingkat Provinsi

Sampah organik diolah menjadi pakan ikan. Kotoran ikan kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman hortikultura seperti cabai dan pepaya. Dengan sistem ini, residu sampah yang tersisa hanya sekitar 1–2 persen.

Komunitas Bali Harmoni menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Setiap minggu, sampah yang telah dipilah dikumpulkan di satu titik untuk dijemput dan diolah.

Potensi Jadi Role Model Desa Lain

Melihat sistem yang berjalan efektif, Bunda Rai menilai inovasi ini sangat potensial menjadi role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Tabanan.

“Inovasi ini sangat baik dan bisa menjadi contoh. Dari sampah organik saja bisa menghasilkan tanaman subur dan produktif. Ini bukti bahwa jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi berkah,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah dari rumah sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan. (BEM/Pro)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI