BerandaPeristiwaBalita 4 Tahun di Kintamani Meninggal Diduga Diserang Anjing, Alami Pendarahan Masif

Balita 4 Tahun di Kintamani Meninggal Diduga Diserang Anjing, Alami Pendarahan Masif

Bangli, Balienews.com – Seorang balita perempuan berinisial MSD (4) meninggal dunia setelah diduga diserang anjing di depan warung di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Senin (27/4) sore. Korban mengembuskan napas terakhir di RSUD Bangli akibat pendarahan masif pada bagian wajah dan leher.

Peristiwa tragis ini terjadi saat korban sedang bermain seorang diri di depan warung usai dimandikan oleh ibunya. Sekitar 10 menit setelah ditinggal masuk ke rumah, sang ibu menemukan anaknya sudah terkapar bersimbah darah dengan seekor anjing berada di dekat lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian di Depan Warung

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya dalam kondisi sehat dan bermain di sekitar rumah. Namun, dalam waktu singkat, situasi berubah drastis. Saat ditemukan, kondisi korban sudah sangat kritis dengan luka serius di bagian wajah dan leher.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Kintamani V sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bangli untuk penanganan lebih lanjut.

Korban Meninggal di IGD RSUD Bangli

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Bangli, dr. Dewa Oka Darsana, mengatakan korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangli sekitar pukul 18.05 WITA dalam kondisi sangat lemah.

“Korban mengalami luka robek luas di area wajah dan leher. Setelah dilakukan resusitasi maksimal, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.20 WITA,” jelasnya, Selasa (28/4).

Ia menegaskan penyebab kematian korban adalah henti jantung akibat pendarahan akut yang masif, bukan karena rabies.

Bukan Akibat Rabies, Ini Penjelasannya

Menurut dr. Oka Darsana, kematian akibat rabies memiliki proses berbeda dan tidak terjadi secara instan.

“Masa inkubasi rabies paling cepat 7 hari hingga 3 bulan. Kematian akibat rabies biasanya terjadi setelah gejala muncul. Pada kasus ini, korban meninggal karena pendarahan hebat akibat luka gigitan di area vital,” tegasnya.

Tim Gabungan Turun ke Lokasi, Lakukan Edukasi dan Vaksinasi

Pasca kejadian, tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP), serta pihak kecamatan langsung turun ke lokasi.

Mereka melakukan langkah penanganan berupa eliminasi terbatas terhadap beberapa anjing di sekitar rumah duka, serta memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait pencegahan rabies dan pentingnya pengawasan anak.

Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, membenarkan pihaknya melakukan tindakan tersebut atas permintaan warga.

Selain itu, vaksinasi anjing juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi penularan rabies dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.

Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan secara pasti penyebab luka yang dialami korban.

“Belum ada yang melihat langsung kejadian tersebut. Namun, memang ada anjing di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi,” ujarnya.

Pentingnya Pengawasan Anak dan Pencegahan Rabies

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk selalu mengawasi anak-anak saat bermain di luar rumah, terutama di lingkungan yang terdapat hewan liar atau tidak terkontrol.

Edukasi tentang bahaya rabies serta pentingnya vaksinasi hewan peliharaan juga perlu terus digencarkan untuk mencegah kejadian serupa. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI