Tabanan, Balienews.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang diikuti 10 grup perwakilan PAC PDI Perjuangan se-Tabanan ini berlangsung meriah dan penuh semangat sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026 serta HUT ke-53 PDI Perjuangan.
Lomba senam tersebut melibatkan peserta kategori usia di atas 50 tahun atau lansia. Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga bertujuan mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membumikan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang diusung Gubernur Bali, Wayan Koster.
Dorong Budaya Hidup Sehat dan Kebersamaan
Acara dibuka langsung oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Made Dirga. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang perlombaan berlangsung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Ketua Fraksi I Putu Eka Nurcahyadi, seluruh Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan.
Ketua Panitia Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, I Made Suarta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan representasi harmoni antara manusia, alam, dan budaya Bali.
“Gerakan-gerakan dalam senam ini mengandung semangat menjaga keseimbangan kehidupan sesuai filosofi Bali dan diharapkan menjadi implementasi nyata dari visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, pelestarian budaya, dan pola hidup sehat dapat berjalan beriringan di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan setiap tahun guna memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menjaga warisan budaya Bali tetap lestari.
Lomba berlangsung sukses dengan penuh kekompakan, semangat, dan kebersamaan dari seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir.
Kegiatan olahraga berbasis budaya lokal seperti ini diharapkan mampu mendorong masyarakat, khususnya kalangan lansia, untuk tetap aktif, sehat, dan menjaga solidaritas sosial di lingkungan masing-masing. (BEM)




