Tabanan, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai merelokasi sementara Pasar Senggol Tabanan dari kawasan Jalan Gajah Mada menuju area sekitar Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan. Relokasi yang ditinjau langsung Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Kamis (21/5/2026) itu dilakukan untuk mendukung penataan wajah Kota Tabanan agar lebih tertib, bersih, dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas ekonomi pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Relokasi Pasar Senggol Dilakukan Cepat dan Tertib
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sanjaya memastikan proses pemindahan pedagang berjalan lancar dan tetap memberikan ruang usaha yang layak bagi masyarakat.
Bendesa Adat Kota Tabanan sekaligus pengelola pasar, Made Suwardika, menjelaskan relokasi dilakukan dalam waktu singkat sesuai arahan pemerintah daerah.
Sebanyak 186 pedagang pemegang kartu izin resmi telah mendapat tempat di lokasi baru. Sementara pedagang musiman untuk sementara belum diperbolehkan berjualan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan.
Penataan Kawasan Perhatikan Kebersihan dan Kesucian Area
Pengelola pasar juga melakukan penataan dengan mempertimbangkan kebersihan lingkungan dan kesucian area sekitar pura.
Pedagang kuliner ditempatkan pada zona khusus yang telah dilengkapi sistem pengelolaan limbah. Sedangkan pedagang non-kuliner dipisahkan di area berbeda agar kawasan tetap tertata rapi dan nyaman bagi pengunjung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pasar sekaligus mendukung penataan kota yang lebih modern dan terorganisir.
Sanjaya: Relokasi Bukan Memindahkan Pedagang Semata
Bupati Sanjaya menegaskan relokasi Pasar Senggol bukan sekadar pemindahan lokasi berdagang, tetapi bagian dari program besar penataan Kota Tabanan.
Menurutnya, pemerintah ingin menciptakan kawasan kota yang lebih tertib, bersih, nyaman, dan tetap mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.
“Senggol ini menyangkut UMKM dan kebutuhan masyarakat, sehingga harus ditangani dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah tidak pernah berniat menyengsarakan pedagang,” tegas Sanjaya.
Ia juga menyebut pengelolaan fasilitas umum ke depan akan menggunakan pola berbasis badan layanan atau manajemen khusus agar fasilitas publik dapat dikelola lebih optimal.
Penataan Kota Tabanan Terus Berlanjut
Relokasi sementara Pasar Senggol menjadi bagian dari rencana besar revitalisasi Kota Tabanan.
Program tersebut mencakup penataan kawasan Jalan Gajah Mada, revitalisasi Terminal Pesiapan, hingga pengembangan Pasar Gadarata Singasana sebagai pasar modern berbasis tradisional yang tetap mempertahankan ciri khas pasar rakyat Tabanan.
Sanjaya turut mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pasar dan pusat aktivitas warga.
Menurutnya, kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama demi menciptakan Tabanan yang nyaman dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap relokasi sementara Pasar Senggol dapat berjalan lancar selama proses penataan kawasan kota berlangsung. Sinergi antara pemerintah, desa adat, pedagang, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama mewujudkan Kota Tabanan yang tertib, bersih, dan tetap ramah bagi pelaku UMKM. (BEM/Pro)




