Jakarta, Balienews.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengembangkan compressed natural gas (CNG) dalam tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg. Program ini diumumkan di Jakarta, Sabtu (2/5), dengan tujuan menekan biaya energi rumah tangga, mengurangi impor, serta memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan gas domestik.
CNG 3 Kg Mulai Disiapkan untuk Rumah Tangga
Pemerintah mulai merancang distribusi CNG tabung 3 kg untuk masyarakat luas setelah sebelumnya digunakan di sektor komersial seperti hotel, restoran, dan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Bahlil, pengembangan ini masih dalam tahap awal, namun diyakini akan menjadi solusi energi yang lebih efisien.
“Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. Ongkosnya lebih murah 30–40 persen,” ujarnya.
Lebih Hemat dan Berbasis Energi Dalam Negeri
CNG dinilai memiliki keunggulan dari sisi biaya dan sumber bahan baku. Gas yang digunakan berasal dari dalam negeri, sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor LPG.
Secara teknis, CNG merupakan gas alam yang dikompresi, terutama mengandung metana (C1) dan etana (C2). Gas ini disimpan dalam tabung bertekanan tinggi sekitar 200–250 bar, dengan standar keamanan yang telah dirancang khusus untuk distribusi.
Tantangan Pengembangan Masih Ada
Meski menjanjikan efisiensi, pengembangan CNG tidak lepas dari tantangan, mulai dari infrastruktur distribusi hingga kesiapan teknologi di tingkat rumah tangga.
Namun, pemerintah tetap optimistis proyek ini dapat berjalan seiring strategi diversifikasi energi nasional.
Solusi Kurangi Impor LPG
Data Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 1,6–1,7 juta ton yang diproduksi di dalam negeri, sementara sisanya masih bergantung pada impor.
Pengembangan CNG diharapkan dapat menekan angka impor tersebut sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global.
Bagian dari Strategi Energi Nasional
Selain pengembangan CNG, pemerintah juga mendorong berbagai langkah lain, seperti peningkatan produksi minyak dan gas (lifting migas), serta diversifikasi energi melalui bahan bakar alternatif seperti B50 dan inovasi LPG lainnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang menuju kemandirian energi Indonesia.
Pengembangan CNG tabung 3 kg menjadi langkah strategis pemerintah untuk menghadirkan energi yang lebih murah dan berkelanjutan. Masyarakat diharapkan dapat mendukung transisi ini demi masa depan energi yang lebih mandiri. (BEM)




