BerandaBeritaDaerahSimbol Toleransi, LDII Bali Rayakan Idul Adha dengan Tradisi Ngejot Kurban

Simbol Toleransi, LDII Bali Rayakan Idul Adha dengan Tradisi Ngejot Kurban

Denpasar, Balienews.com – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Denpasar, Bali, berlangsung penuh kebersamaan pada Rabu, 27 Mei 2026. Usai pelaksanaan salat Idul Adha, umat Muslim yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bali melaksanakan tradisi ngejot dengan membagikan 2.000 paket daging kurban kepada warga Muslim maupun nonmuslim di sekitar lingkungan Padangsambian, Denpasar.

Tradisi berbagi daging kurban ini menjadi simbol toleransi antarumat beragama sekaligus upaya menjaga keharmonisan masyarakat Bali yang majemuk. Paket daging kurban dibagikan langsung ke rumah-rumah warga dengan pengawalan pecalang setempat.

Tradisi Ngejot Perkuat Toleransi di Bali

Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di halaman Gedung Serbaguna LDII Bali, Padangsambian, Denpasar. Sejak pagi hari, panitia dan relawan terlihat bergotong royong menyembelih puluhan sapi dan kambing sebelum daging dikemas menjadi ribuan paket.

Baca Juga :  Wamenag Apresiasi Indonesia Walk For Peace di Buleleng, Simbol Toleransi dan Perdamaian

Wakil Ketua DPW LDII Bali, Haji Hardilan, mengatakan tradisi ngejot merupakan bentuk nyata menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat lintas agama di Bali.

Menurutnya, kegiatan berbagi daging kurban ini rutin dilakukan setiap Hari Raya Idul Adha sebagai bagian dari nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Tradisi ngejot menjadi cara kami menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar yang hidup berdampingan dalam keberagaman,” ujarnya.

Paket Daging Disesuaikan dengan Keyakinan Warga

Menariknya, pembagian daging kurban tidak hanya menyasar umat Muslim, tetapi juga warga nonmuslim yang tinggal di sekitar lingkungan warga LDII.

Panitia turut menyesuaikan jenis daging yang dibagikan bagi warga nonmuslim yang tidak mengonsumsi daging sapi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan dan budaya masyarakat setempat.

Baca Juga :  Takbiran di Denpasar, Miniatur Masjid Bernuansa Bali Jadi Simbol Toleransi

Selain itu, seluruh paket ngejot dikemas menggunakan besek ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat pecalang ikut mengawal distribusi paket daging ke rumah-rumah warga di sekitar lingkungan lembaga.

LDII Bali Potong 146 Sapi dan 286 Kambing

Dalam perayaan Idul Adha 2026, LDII Bali di seluruh kabupaten dan kota se-Bali tercatat memotong 146 ekor sapi dan 286 ekor kambing.

Daging kurban tersebut kemudian dikemas dalam paket sekitar dua kilogram sebelum dibagikan kepada masyarakat Muslim di Bali dan warga sekitar lintas agama.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana tradisi keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan nilai toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman budaya di Bali.

Baca Juga :  Takbiran di Denpasar, Miniatur Masjid Bernuansa Bali Jadi Simbol Toleransi

Masyarakat diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan sosial di Pulau Dewata. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI