BerandaNusantaraBudayaWamenag Apresiasi Indonesia Walk For Peace di Buleleng, Simbol Toleransi dan Perdamaian

Wamenag Apresiasi Indonesia Walk For Peace di Buleleng, Simbol Toleransi dan Perdamaian

Buleleng, Balienews.comMuhammad Syafi’i mengapresiasi pelaksanaan Indonesia Walk For Peace (IWFP) di Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai wujud nyata toleransi antarumat beragama menjelang peringatan Hari Waisak. Kegiatan berjalan kaki lintas daerah yang diikuti para Bhikkhu tersebut dinilai menjadi simbol perdamaian, persaudaraan, dan harmoni keberagaman di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Muhammad Syafi’i di Buleleng, Sabtu (9/5), saat menyambut perjalanan para Bhikkhu yang singgah di Brahmavihara Arama, Kecamatan Banjar, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur.

IWFP Jadi Wujud Nyata Toleransi Umat Beragama

Muhammad Syafi’i mengatakan seluruh ajaran agama pada dasarnya mengajarkan manusia untuk mengendalikan hawa nafsu, menebarkan kedamaian, dan membangun kehidupan harmonis.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah hidup di Nusantara sejak ratusan tahun lalu dan terus dijaga melalui kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi.

Baca Juga :  Takbiran di Denpasar, Miniatur Masjid Bernuansa Bali Jadi Simbol Toleransi

“Kami melihat perjalanan ini mendapat dukungan dari kepala daerah dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Hal itu menjadi bukti bahwa seluruh agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang,” ujar Syafi’i.

Ia menambahkan pemerintah akan terus hadir untuk memperkuat dan menjaga kerukunan umat beragama agar tetap terpelihara di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gubernur Bali Sebut IWFP Pancarkan Pesan Damai dari Pulau Dewata

Sementara itu, I Wayan Koster menilai Indonesia Walk For Peace bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol perdamaian yang dipancarkan dari Pulau Dewata kepada masyarakat nasional hingga dunia internasional.

Menurut Koster, semangat perjalanan damai tersebut sejalan dengan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menitikberatkan pada keharmonisan alam, manusia, dan budaya Bali.

Baca Juga :  Takbiran di Denpasar, Miniatur Masjid Bernuansa Bali Jadi Simbol Toleransi

Ia menegaskan nilai toleransi dan kedamaian menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Bali yang majemuk.

“Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini benar-benar menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk hidup dalam toleransi dan kedamaian,” kata Koster.

Perjalanan Bhikkhu Lintas Negara hingga Borobudur

Indonesia Walk For Peace merupakan gerakan berjalan kaki lintas daerah yang membawa pesan perdamaian dan persaudaraan dalam keberagaman bangsa Indonesia untuk memperingati Hari Waisak.

Perjalanan para Bhikkhu dimulai dari Thailand, kemudian melintasi Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah sebelum berakhir di Candi Borobudur.

Kabupaten Buleleng menjadi salah satu titik persinggahan penting dalam perjalanan tersebut. Para Bhikkhu bermalam di Brahmavihara Arama sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.

Baca Juga :  Takbiran di Denpasar, Miniatur Masjid Bernuansa Bali Jadi Simbol Toleransi

Harapan Menjaga Toleransi dan Kerukunan

Pelaksanaan Indonesia Walk For Peace diharapkan dapat memperkuat semangat toleransi dan mempererat persaudaraan antarumat beragama di Indonesia. Pesan damai yang dibawa para Bhikkhu juga diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Masyarakat pun diajak terus menanamkan nilai saling menghormati dan menjaga kerukunan demi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI